Pertama kali aku didiagnosis kanker, dokter menanyakan ; “Apakah aku datang bersama pendamping?
Karena kebetulan aku datang memeriksakan diri sendirian, maka dokter menawarkan : “Apakah aku perlu didampingi oleh seorang Psikiater?
Aku hanya menjawab : “Apakah perlu?”
Karena ketidaktahuanku waktu itu, maka itulah jawaban yang kuberikan pada dokter.

Setelahnya, aku menyadari betapa pentingnya peran seorang Psikiater sebagai pendampingku ketika itu.
Karena aku juga dibantu psikiater dalam mengambil pilihan atau alternatif penyelesaian persoalan yang membuat stress.
Biasanya, psikiater akan memberi banyak alternatif pemecahan dan merekomendasikan yang terbaik buat pasien.

Sepanjang bisa ditemukan solusinya, pasien diberi kebebasan untuk memilih cara penyelesaian yang tepat, mana yang paling nyaman untuk penderita.
Tapi tentunya psikiater juga memiliki keterbatasan.

Jika ternyata ada masalah yang tidak bisa diatasi, harus ada kebesaran hati pasien untuk menerima kondisi tersebut.
Disitulah yang disebut kita harus menerima hal-hal yang tidak bisa diubah.
Jadi…………….. kebijaksanaan lah yang kita butuhkan.
Mana hal-hal yang bisa kita ubah, dan mana yang tak bisa kita ubah…………….

Dan, disini aku tau, bahwa aku tak bisa mengubah keadaanku yang terdeteksi kanker
namun, aku masih bisa memilih jenis pengobatan mana yang membuatku merasa nyaman
Psikiaterku banyak sekali membantuku untuk segera mengubah mindset ku yang masih denial menuju tahap acceptance terhadap si kankerku ini.
Tidak mudah memang, lagi lagi semuanya perlu proses dan waktu tentunya.

Untuk terhindar dari stress, manusia sebenarnya memiliki kontrol atas dirinya sendiri,
mana yang perlu diupayakan dan mana yang harus direlakan atau dilepaskan.
Jika itu di luar kendali kita, kita harus bisa menerimanya dengan ikhlas.
Bila kita dapat menerima segala hal di luar kendali kita, kita tidak akan mengalami stress.

Salam

NB:
masih belajar mengelola stress dan bijak dalam ” menerima” si kankerku nih temans…..
Doaian aku yaaa……….

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

2 responses »

  1. chocoVanilla says:

    Selalu berdoa untuk BundoLy tersayang.
    Selamat hari raya Idul Fitri, Bundoo, maafkan lahir dan batin yaa. Salam hangat untuk seluruh keluarga.

    (peluk Bundo)


    alhamdulillah, terimakasih utk atensi dan doa2 nya Mbak Choco sayang. 🙂
    bunda juga mhn maaf lahir dan bathin utk segala khilaf ya Mbak …
    ( peluk erat Mbak Choco ) 🙂
    salam

  2. LJ says:

    salam buat psikiater mamih yang manis itu..

    siap-siap mau ke bogor ya mam..
    asiikkk yang kumpul rame2
    salam wat umi.

    hehehe…Rena juga salam utk eMak…
    penasaran pingin ketemu katanya ……. 😛

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s