” Baik baik saja kok” itu jawaban yang selalu aku berikan , kalau ada teman atau kerabat yang menanyakan keadaanku.
Sejak aku terdeteksi kanker ini, ada saja beberapa teman yang baru tau bahwa aku terkena kanker, lantas mereka menelepon, sms atau bbm menanyakan keadaanku.
Diantara mereka ada beberapa yang gak tega untuk menyebutkan kanker, mereka  menyebutnya CA.

“Katanya kamu sakit ya ?”
“Iya”
“Terus, gimana kabar kamu sekarang ?”
“Baik baik saja kok” jawabku…”terimakasih ya….”
Dan, pembicaraan pun terputus, setelah mereka mendengar aku mengatakan baik baik saja…..

Baik atau tidaknya tentu tergantung pada diriku sendiri, aku harus terus berjuang agar selalu baik baik saja.
Mencoba menghilangkan pikiran yang mengganggu, yang membuatku stress, berusaha untuk terus hidup sehat dengan tetap mengkonsumsi buah buahan dan lebih banyak lagi sayuran, dan juga berusaha untuk tetap dapat menikmati kehidupan ini apa adanya saja.

Pasti deh banyak yang protes.
Gimana sih gak stress, mau santai gitu, wong sakitnya kan kanker… kok bilangnya baik baik saja ???
Iya….emang sih gak bisa juga santai santai banget, tetap harus waspada, dan utamanya berserah saja.
Selain itu, untuk tetap baik baik saja memang perlu perjuangan.
Perlu disiplin tinggi, misalnya untuk tetap berolah raga, tetap meminum jus, manfaatnya lumayan terasa, badan agak lebih enakan deh……..

Oh ya, ini kaki kiriku , kok lama lama makin gak bener juga deh.
Sejak si kanker sudah berekspansi dengan suksesnya.
Kalau dibawa jalan, terasa pegal pegal dan ngilu gitu.
Sekarang juga malah menjalar ke pangkal paha sakitnya, jadi tidurku juga sekarang yang biasanya suka miring ke kiri, udah gak bisa lagi deh.
Tidurku sekarang menghadap ke kanan atau terlentang saja.
Begitu juga kalau duduk, jadi agak miring ke kanan gitu juga…….
Apalagi kan memang sudah lama juga aku sholat selalu dengan posisi duduk, karena ini si kaki gak bisa di tekuk tekuk ngikutin gerakan sholat yang seharusnya.

Ya sudahlah, gak apa apa….
toh, aku masih bisa berjalan dengan baik dan benar, gak yang tiba tiba jatuh gitu
jadi ya …gak salah juga khan ? kalau aku bilang : “aku baik baik saja
selama masih bisa dipakai berjalan ini kaki, aku terus mensyukuri, walaupun kangen banget pingin sholat dengan gerakan sempurna , apalagi gerakan sujud ….kangeeeen banget……

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

2 responses »

  1. Applausr says:

    membaca tulisan ini, saya benar benar bisa mengerti perasaan bunda nih…. kagum sekali dengan semangatnya. semangat untuk memberitahukan kepada orang lain.. kalau bunda baik baik saja…. semoga selalu diberikan kekuatan dalam menjalani semuanya…

    alhamdulillah, terimakasih banyak Rom utk supportnya 🙂
    insyaallah bunda akan selalu berusaha utk selalu baik baik saja ,
    walaupun hrs terseok2 … hehehe 😛
    salam

  2. Imelda says:

    Kadang pertanyaan itu hanya basa basi ya? Mana ada yang baik-baik jika sakit?
    Tapi mungkin juga hanya “basabasi” itu yang bisa kita tanyakan pada penderita, tidak terpikirkan kata-kata lain.

    Kalau dalam bahasa Jepang, biasanya mengatakan “Gambatte ne” (Tetap berusaha ya!” kepada korban bencana atau penderita sakit. Tapi kadang oleh korban/penderita ucapan itu malah menyakitkan! Karena tentu saja korban/penderita sudah selalu berusaha keras, dan mungkin sudah sampai batas maximum. Kok masih disiruh berusaha terus 😦

    Nah, kalau salam basa-basi itu ditanyakan/diucapkan, tentu saja hanya bisa dijawab dengan “baik-baik saja/ lumayan”… padahal mungkin tidak seperti itu. Itu juga mungkin yang membuat penderita tidak mau lagi bertemu orang-orang 😦

    Bunda, saya selalu kagum pada semangat bunda, dan semoga Bunda selalu mendapatkan kekuatan dari Allah untuk menghadapi salam-salam ini dan mengatasi rasa sakit bunda. Meskipun Bunda sudah tidak bersujud, doa bunda pasti didengar Allah. Dan semoga Allah juga mau mendengarkan doa-doa orang yang mencintai bunda. Amin

    ya bener ,Mbak EM
    kami, sebagai penyintas suka sensitif gitu pd reaksi orang2 yg menanyakan berbagai hal ttg kanker kita.
    Dan, untungnya bunda sampai saat ini masih bisa menerima apapun reaksi mereka,
    walaupun begitu, semuanya memang kembali pada diri kita si penyintas ini,
    apapun tetap dan harus kita usahakan utk menjadi lebih baik dan baik lagi,
    kami harus terus2an memotivasi diri, walaupun terengah engah dan terseok seok… 🙂
    terimakasih banyak Mbak EM, utk support dan atensinya pd bunda ……. 🙂
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s