Reaksi yang datang bermacam-macam ketika mereka mendengar kalau aku terkena kanker.
Ada yang tertawa, mengira kalau ini hanya lelucon.
“Kantong kering ya?” begitu katanya, yang membuatku tersenyum kecut sambil mengiyakan.
Karena memang sangat benar , kalau kanker itu membuat kantong benar2 jadi kering………..
( karena belum ada obat kanker yang murah meriah…..)

Aku harus bersyukur mendengarnya, karena itu sebetulnya mengandung sisi positif.
Orang tak percaya kalau sel-sel kanker bercokol ditubuhku karena aku memang tak tampak seperti orang sakit.
Walaupun berat tubuhku sudah turun drastis sebanyak 25 kg.

Tapi lebih banyak yang serius menanggapi dan bertanya: “Kanker apa?”
Setelah mengetahui jawabannya, mereka akan bertanya:
“Rasanya bagaimana?”
“Bagaimana ketahuannya?”
Ada juga yang melontarkan pertanyaan: “Stadium berapa?”
Mendengar jawaban “dulu stadium 2 tapi sekarang stadium 3b”, seorang kawan berkata:
“Agamanya apa? Banyak-banyak berdoa, ya”

Ada juga kawan yang bilang begini : “Walaupun sering berhadapan dengan penyintas kanker, tetap aja aku kaget dan kehilangan kata kata saat mendengarnya pertama kali.
Kira kira jawaban dan sikap apa ya, yang paling diterima/diinginkan para penyintas kanker pada situasi seperti ini?”
Ditanya seperti itu, aku jadi merenung.

Ada seorang teman yang menjengukku dan berusaha menghiburku dengan berkomentar: “Memang banyak orang yang terkena kanker.”

Apa..? Bukannya terhibur, tapi aku merasa tersinggung.
Kok begitu sih?
Masa ia menganggap ENTENG penyakitku ini?
Apa dia tidak tahu kalau kanker adalah penyakit yang sangat berbahaya?
Mengapa dengan entengnya ia berkata bahwa banyak orang kena kanker, seperti berkata “banyak orang batuk atau pilek?”

Yach, begitulah.
Pada saat seperti itu penderita kanker bisa menjadi sangat sensi (maksudnya.. sensitif…).
Sang teman berusaha menenangkan hati dengan kata-kata yang secara tak langsung mengatakan ini adalah penyakit yang bisa menimpa siapa saja.
Ia tidak salah.
Tapi jadi serba salah, karena ternyata kata-katanya dapat menimbulkan interpretasi lain.

** Cara menyampaikan kata-kata bisa berpengaruh.
Memang sikap tenang perlu, tapi kalau terlalu tenang dan santai dapat membuat pasien mendapat kesan diremehkan, “seolah-olah tidak ada apa-apa”.
Jadi, paling tidak tunjukkanlah sedikit ekspresi keprihatinan.
Tapi ya jangan berlebihan, karena bisa membuat pasien semakin khawatir.

** Hal lain yang membuat pasien tak nyaman adalah komentar mengenai gaya hidup tak sehat yang dilontarkan dengan nada menggurui, apalagi menyalahkan.

Misalnya: “Orang yang kena kanker nggak boleh lho, makan sate, bakar-bakaran.” Atau, “Jangan makan goreng-gorengan dan yang banyak mengandung pengawet.”
Bukannya tak boleh mengatakan hal seperti itu, boleh2 saja………….
tapi lihat2 sikon kalau akan mengutarakannya, bisa bisa malahan membuat orang tambah sedih, menyesali pola makannya yang telah memicu keberadaan sel-sel kanker di badannya.

Kembali pada pertanyaan teman yang kaget dan kehilangan kata-kata saat mendengarnya pertama kali, mungkin sebaiknya biarkan saja lawan bicaranya yang bercerita dan bersikap menjadi pendengar yang baik.
Misalnya, dengan berkata: “Oh ya?” (tunjukkan ekspresi penuh rasa prihatin).
Lalu disambung dengan “Terus, gimana.. ?”
Pertanyaan ini dilontarkan untuk mengetahui apa saja yang sudah dilakukan oleh lawan bicaranya.

Menanggapi pertanyaan itu, lawan bicaranya mungkin akan menjawab dengan mengemukakan perasaannya, misalnya ia kuatir atau ia sedih atau bingung.
Atau ia mungkin menjawab dengan memberitahukan usaha yang sudah dilakukan untuk mengatasinya, misalnya dengan ke dokter.
Setelah itu apa?
Biarkan percakapan mengalir … bla bla bla bla…..
dan harap dilanjutkan sendiri ya …
dah capek ngetiknya nih …heheheee…..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

4 responses »

  1. Applausr says:

    saya juga suka mengalami hal ini… memang sudah ngomongin hal seperti itu buat si sakit.. suka salah tingkah… harus benar benar akrab baru bisa ngomong ceplas ceplos hehehe.. tulisan ini sangat bermanfaat terutama buat saya..

    iya, kita suka bingung , apa dan bagaimana sebaiknya bersikap terhadap sakitnya… 🙄
    salam

  2. Imelda says:

    Bunda, dulu saya tidak mau berteman dengan penyitas kanker loh. SEDIH dan terus kepikiran rasanya jika harus menerima berita yang tidak enak. Lalu aku punya teman di chat, anak blasteran jepang Indonesia, kena kanker leukemia. Kami tidak pernah berbicara soal penyakitnya, tapi terus berhubungan (tidak sering) tentang lainnya…. bercakap-cakap biasa, pembicaraan yg umum. Tapi aku selalu tanya kabarnya kepada teman dekatnya. Dan, bahagia sekali waktu mengetahui dia berhasil sembuh dari kankernya, karena minum teh hijau terus. Ternyata Tuhan memberikan kesembuhan baginya. Hidup memang tidak bisa ditebak ke arah mana melaju ya.

    Untung bunda menuliskan di sini, perasaan bunda, semoga kita yang membaca juga bisa lebih peka lagi…….

    sebelum terdeteksi kanker , bunda juga selalu bingung dan sedih, gak tega mau menanyakan ttg penyakitnya pd sahabat terdekat bunda ,
    jadi, kalau ketemu pun kita hanya bicara yg umum2 aja ,Mbak EM
    sama dgn temannya Mbak EM, sahabat bunda sampai sekarang masih survive melawan kankernya yg stadium 4 🙂
    salam

  3. monda says:

    iya mam, mengalami sendiri waktu ada yg bezuk alm papa nanya yg nggak enak langsung pada si papa

    kadang memang serba salah juga , pingin tau sakitnya apa?
    tapi, gmana caranya biar gak menyinggung yg sakit…hedeh……. 🙄
    salam

  4. Evi says:

    Kanker itu sudah jadi momok ya Bunda dan reaksi yang berbeda2 kala mendengar pertama itu menunjukan keterkejutan sebetulnya.. Hanya saja cara keluarnya berbeda-beda..Jika ada reaksi yang kurang berkenan di hati Bunda, semoga Bunda legowo menerimanya ya 🙂

    ya bener Vi, kanker itu benar2 momok bagi siapapun … 😦
    insyaallah, sampai saat ini bunda masih bisa menerima apapun reaksi yg bunda terima ,Vi 🙂
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s