Mengapa orang meninggal matanya mesti tertutup?
Mungkin supaya tampak seperti sedang tidur lelap, tenang dan damai.
Kalau matanya terbuka, apalagi melotot, serem juga ya? hehehee………

Biasanya orang meninggal dengan tenang kalau tak ada ganjalan dalam hidup.
Tak ada “unfinished business”.
Edward dan Carter yang sama-sama terkena kanker mempunyai daftar hal-hal yang ingin mereka lakukan untuk mengisi sisa hidup mereka yang singkat.
Daftar itu disebut sebagai The Bucket List, things to do before you kick the bucket.
Itu juga judul film berbintang Jack Nicolson dan Morgan Freeman yang aku tonton semalam di TV.

Edward (diperankan oleh Jack Nicholson) adalah duda kaya raya pecinta kopi luwak yang tak akur dengan anak perempuan satu-satunya sedangkan Carter (Morgan Freeman) merupakan montir sederhana yang membina rumah tangga bahagia.
Keduanya bertemu di Rumah Sakit dan menjadi teman baik karena senasib.
Ketika tahu bahwa umur mereka tinggal sebentar, keduanya tidak menangis meraung-raung, tapi berpikir bagaimana mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.
Lalu dibuatlah daftar apa yang ingin mereka lakukan.
Tak hanya kesenangan pribadi seperti terjun bebas, ngebut dengan mobil balap, melihat Taj Mahal, Tembok Besar Cina dan Piramid, naik ke puncak gunung Himalaya, bersafari ke Tanzania dan tertawa hingga keluar air mata, tetapi juga hal yang membuat mereka merasa berguna, yaitu menolong orang asing.

Bagaimana mereka dapat tertawa sampai menangis?
Sederhana saja.
Saat terbaring di rumah sakit, Carter menyerahkan guntingan berita tentang asal mula kopi luwak kepada Edward.
“Kopi itu sudah dikencingi dan diberakin musang,” Carter meledek teman barunya.
Dan mereka pun tertawa terpingkal-pingkal hingga keluar air mata.

“Find the joy of your life,” adalah nasehat Carter yang selalu terngiang-ngiang di telinga Edward.
Dalam sisa hidupnya, Edward akhirnya sadar bahwa memang bukan uang yang membuat orang bahagia.
Ini bukanlah film yang mengeksploitasi air mata dan juga bukan film tentang orang yang berusaha mengingkari kenyataan bahwa mereka terkena kanker.

Film ini mengajak kita untuk berhenti bermuram durja dan tidak larut dalam kegeraman dan kepedihan.
Melainkan berpikir positif serta mengisinya dengan hal-hal yang menyenangkan dan berguna seperti naik ke puncak gunung ( kalau aku gak mungkin nih), naik delman keliling kota ( aku pernah nih sewaktu di Bukittinggi sama si eMak), rafting di Citarik, snorkeling di Bunaken, naik gondola di Venesia, main ski di Black Forest.
atau… nonton OVJ sampai terpingkal pingkal, lihat Are You Smarter than a 5th Grader, atau hal hal lain yang menyenangkan lainnya……..
atau hanya sekedar bermain atau memberi makan Piksy ( anjing beagle ku)……..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

5 responses »

  1. Orin says:

    Ketawa terpingkal2 bisa jg nonton film Monster Inc semalam di TV Bun hahahaha.

    Semoga kita bisa selalu menemukan ‘joy’ yang terserak di sekeliling kita ya Bun^^

    bener banget Orin sayang
    joy itu selalu ada dimana mana , dan kita bisa menciptakannya utk dinikmati 🙂
    salam

  2. LJ says:

    xixi, naik delman sampe Aua.. yang emaknya udah belepotan itu kaann.. wkwkkkk

    menikmati sisa hidup.. hmm, kita semua juga sedang dalam sisa hidup ya mam.
    bagaimana jika tidak kita sebut sisa..?

    mari menikmati hadiah kehidupan yang utuh, hari demi hari.
    i love u, mam.

    hahhaaaa…..asik khan Mak, kita lan jalan naik bendinya waktu itu 😛
    jadi pingin ke Aua lagi…hiks 😥

    mamih berusaha Mak utk selalu menikmati detik demi detik, hari demi hari dlm kehidupan ini dgn ttp semangat dan bersyukur 🙂
    (peluuuuk rindu)
    salam

    • LJ says:

      harus bisa ke Aua lagi.. bareng Inon dan Paktuo.. harus mam!

      pekuktjium.


      hehheee……kangen Mak , naik bendi dan nginep di rumah aua 🙂
      (peluuuuk rindu)
      salam

  3. Applausr says:

    let have fun with your life…. wow memang benar tuh kata kata itu… semoga bisa di rasuki sehingga bisa benar benar diwujudkan kalau tingkah laku.. biar benar benar bermanfaat,…. habisnya susah sih…


    karena sebenarnya fun itu kita yg menciptakan sekaligus menikmatinya sendiri ya Rom 🙂
    salam

  4. Imelda says:

    Papaku jg sedang kesepian dan berjuang dgn penyumbatan jantung nih bun. Dia sering tidak bisa tidur, dan kemarin aku baru saja tulis di BBM : Papa musti cari FUN nya sendiri, kita tidak bisa sodorin ke papa. Benar sekali “Find the joy of your life,” semoga aku juga bisa menemukan kesenangan-kesenangan dalam kehidupan ini.

    iya Mbak EM, memang kitalah sebaiknya yg find the joy of our life , instead of hoping people to bring it out for us 🙂
    keluarga dan sahabat juga adalah bagian yg sakral sebagai penyemangat 🙂
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s