Ngeriiiiiiiiii…………..
Takuuuuuuuuut……………
Serrrreeeeeeeeem…………
Iih………… Aduuuuuh… Campur aduk banget deh perasaanku.
Tapi intinya aku takut kalau kenapa-kenapa.
Lho, emang kenapa?

Ceritanya, badanku rasanya kurang enak.
Mula-mula di bagian kaki, terutama kaki kiri.
Kadang sakit seperti mati rasa, meskipun aku masih bisa berjalan ke sana ke mari.
Kalau sedang sakit gitu, maka berjalan juga harus pelan-pelan.
Kalau ingin duduk “berpangku kaki”, untuk menumpukan kaki kiri ke kaki kanan, maka aku harus mengangkat kaki kiriku dengan tangan.

Terus badan juga terasa sakit.
Kalau aku tiduran dan ingin berbalik arah, entah ke kiri atau ke kanan, maka rasanya seluruh tubuh mulai dari leher sampai badan dan kaki rasanya sakiiiiiiiiiit semua……………….
Kadang-kadang sakitnya sampai terasa ke tulang tulang.

Entah kenapa, tiba-tiba timbul pikiran buruk, jangan jangan ini ada hubungannya dengan kanker?
Soalnya sel-sel kanker kan masih bercokol di tulang belakang dekat pinggul, tulang panggul dan beberapa bagian lain?
dokter menyarankan untuk ct scan dan MRI.

Kalau MRI sih gak masalah deh.
Tapi ct scan???………… aduh, jangan aaaaaah…………….
masih terbayang betapa tidak nyamannya pemeriksaan ct scan-ku yang terakhir.

Tidak…!!!!
Ada dorongan untuk memberontak. Aku harus sembuh!
Gejala-gejala ini harus dihilangkan.
Aku tak mau bertambah sakit.
Lagipula selama ini aku kan sudah cukup rajin mengikuti saran medis.
Rasanya aku nggak rela kalo usaha kerasku sia-sia belaka.

Aku harus sembuh.
Begitu tekadku.

Keesokan harinya, badanku terasa jauh lebih enak.
Bener.
Rasa sakit di leher tinggal sedikit sedangkan sekujur tubuh juga sudah membaik.
Aku bisa berguling-guling di tempat tidur dengan hanya sedikit rasa sakit.
Kaki masih sakit sedikit, tapi cuma sedikiiit…
Rasanya seperti ada keajaiban.
Well, miracle happens, dear………………….

Yang jelas aku tak harus bone scan, ct scan dan MRI. Senangnyaaaaaaa……………
Beberapa hari kemudian, kaki sakit lagi.
Kali ini aku segera ke klinik 24 jam di dekat rumah.
Menurut diagnosa pak dokter, aku terserang nyeri sendi.
Ia memberiku vitamin dan obat anti nyeri yang sangat manjur.
Nyeri sendi memang tak enak.
Tapi aku masih lebih memilih sakit karena nyeri sendi daripada karena serangan kanker.

Aku bisa membayangkan betapa banyak penyintas kanker yang merasa was-was setiap kali badan merasa kurang enak.
Pasti mereka juga sempat mempunyai pikiran buruk, jangan-jangan kanker makin berkembang lagi…

Tetapi kekhawatiran yang berlebihan justru tidak sehat dan akan membuat kita semakin terpuruk.
Lebih baik kita berserah dan kita pikirkan hal-hal yang menyenangkan, yang positif, yang indah-indah….

Life is beautiful, darling………………

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

6 responses »

  1. kakaakin says:

    Alhamdulillah nyerinya berkurang ya, Bunda. Semangat ya, Bun…
    saya jadi ingat emak saya yang kerap mengeluhkan nyeri sendi 😦

    semoga Emak segera diberikan kesembuhan dan diangkat sakitnya oleh Allah swt ,aamiin
    titip salam hormat utk Emak ya Kak 🙂
    salam

  2. ka kak says:

    Semangadddd……!!!! Msh bnyk tugas menanti….

    pastiiiii sis…. 🙂
    be patience and be strong always ………
    Salam

  3. mechtadeera says:

    semoga bunda selalu diberkahi kekuatan & kesabaran dari-NYA… semangat, bunda.. 🙂

    aamiin aaamiin ya Rabb…………….
    terimakasih banyak utk doa dan supportnya ,Mechta 🙂
    salam

  4. Orin says:

    Yes indeed Bun, Life is beautiful *peluk Bunda* 😉

    whenever we feel blessed of HIS mercy and glory ,Orin sayang 🙂
    salam

  5. Evi says:

    Aku yang menderita nyeri sendi saja suka berpikir buruk bila serangan itu tiba.Apa lagi Bunda yg diagnosa kanker ya..Aku tahu itu pasti berat. Dalam kondisi diserang rasa sakit begini Bunda pasti mikir gimana agar selalu tetap positif .Tawa Bunda pasti disertai derai tangis. Ah seandai saja aku bisa langsung berdialog dengan Allah, aku akan meminta dengan sungguh2 agar mencabut segala sakit dari tubuh Bunda. Tapi aku juga seperti bunda, manusia biasa, hubungan dengan Allah kadang byer pet…:( Tambah tawakal saja ya Bun..Peluk Bunda dari jauh..:)

    Evi sayang, sungguh komen ini bikin bunda bahagia dan terharu utk atensi Evi yg luar biasa pd bunda 🙂
    semoga Allah swt memberikan hanya yg terbaik untuk kita semua ya Vi, aamiin
    (peluuuk)
    salam

  6. Imelda says:

    bagaikan buah simalakama ya bun,
    sakit jadi khawatir…. khawatir jadi tambah sakit … was was terus.
    cuma kita sendiri yang (harus) bisa mengatasinya, dan memutuskan mata rantai kekhawatiran itu ya.
    selamat pagi bunda….

    selamat pagi juga Mbak EM sayang …. 🙂
    iya, simalakama banget menghadapi si kanker busuk ini …hiks 😦
    tapi…harus terus optimis dan positif thinking and positif action ……. 🙂
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s