“Where you are in life is temporary
Where you are end up in life is permanent
How you get from here to there is entirely up to you
Never Give up…!!!
(Unknown)

Aku ditusuk dan diikat erat-erat.
Padahal aku bukan penjahat dan tidak sedang bertempur melawan penjahat.
Tapi aku tidak melawan.
Pasrah……………..
Yach, memang harus pasrah dan nurut…………..
Karena aku sedang menjalani bone scan.

Bone scan adalah pemeriksaan dengan menggunakan nuklir untuk melihat kondisi tulang dan mendeteksi kanker pada tulang.
Bone scan dapat mendeteksi sekian hari atau sekian bulan lebih awal daripada pemeriksaan dengan sinar X biasa.
Pertama kali aku menjalani bone scan bulan april 2012.
Hasilnya menunjukkan bahwa sel-sel kanker telah menyebar ke beberapa bagian di tulang.
Sejak itu secara berkala aku menjalani pemeriksaan bone scan di samping minum obat setiap hari.

Petugas yang akan menyuntikkan zat radioaktive tracer (pelacak radioaktif) ke urat nadi pada tangan kiri.
Tusukan pertama gagal.
“Nadinya halus sekali, ini pecah,” kata petugas sambil menyeka setitik darah di urat nadi bekas suntikan yang gagal dan menekannya kuat-kuat agar darah tak keluar.

Bahkan suster yang sudah berpengalaman belum tentu berhasil memasukkan obat melalui urat nadiku atau mengambil darah dengan sekali suntikan.
Kalau lagi apes, bisa jadi 3x baru berhasil.
“Jarumnya harus diganti,” kata petugas sambil melepas jarum suntik dan menggantinya dengan yang lebih kecil.
Untunglah, tusukan kedua berhasil menembus urat nadi dengan lancar.

Selanjutnya, aku harus menunggu sekitar 2 jam agar zat radioaktif itu meresap ke seluruh tubuh dan minum air sekitar 2 liter untuk menghilangkan dampak negatif dari zat tersebut.
Tentu saja airnya tak harus diminum sekaligus.
Bisa-bisa perut jadi kembung…………………….
Lalu aku dipanggil memasuki ruangan untuk bone scan.
Dengan pakaian lengkap, aku berbaring pada meja pemeriksaan yang merupakan bagian dari mesin bone scan.

“Jangan bergerak. Tangan jangan dikepalkan,” kata petugas sambil mengikatku erat-erat dan menambahkan bahwa proses bone scanning akan makan waktu 18 menit.
Lumayan bisa tidur, pikirku.
Eh, ternyata gak bisa tidur karena entah kenapa kakiku pegal banget dan kesemutan. ..
Yach, mau nggak mau harus ditahan sampai pemeriksaan berakhir sekitar 20 menit kemudian.
Hasil bone scan yang baru dapat diambil keesokan harinya .

ini BUKAN hasil bone scanku, tapi ambil gambar dari internet

Nah…ini dia hasilnya :
Costa 4 kiri = tulang iga ke-4 di bagian kiri
Th 5 = tulang punggung thorax ke-5
L 1,2 = tulang punggung lumbal
Pelvis = panggul
Stqa = status quo
Sacroiliaka = tulang panggul (apa yach bedanya dengan pelvis?)
Ischium = tulang duduk

Secara umum, foto hasil bone scan dapat menunjukkan adanya “hot spot” atau titik-titik tempat kanker bercokol.
Foto bone scan hitam putih, dan titik itu ada yang berwarna abu-abu muda, abu-abu tua atau hitam.
Semakin gelap dan besar titik itu, semakin parah keadaannya.

“The glass is half full, not half empty,” kata Pak Dokter membesarkan hati.
Memang kita harus berpikir positif…….
Yuuukk….lanjutkan mempersiapkan persenjataan untuk “perang” lagi lawan si kanker busuk ini ………

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

3 responses »

  1. mama hilsya says:

    ini udah malignant tumor belum, Bunda? yang sifatnya menyebar gitu…
    treatmentnya apa sekarang…

    duh, maaf saya banyak nanya…

    hahahaaa….gak apa apa lagi ,Hilsya 🙂
    itu istilahnya malah bunda gak ngerti , pokoknya kalau ngobrol sama pak dokter, bunda maunya pake bahasa indonesia, jangan bahasa kedokteran, nanti malah gak ngerti n bingung 😦
    waktu itu sih, dokternya setelah baca hasilnya , ringkasnya dikasih tau ke bunda
    kalau bunda tuh sekarang sudah masuk ke stadium 3B ( stadium lanjut) sebelumnya stadium dua, padahal seharusnya menurut teori si chondrosarcoma ini termasuk lamban penyebarannya…

    apa mau di kata, si kanker ini sudah berhasil berekspansi kemana2, untungnya …hehehee masih untung aja 🙂
    penyebarannya hampir semua di tubuh bagian sebelah kiri saja ,Hilsya

    kalau ttg treatment nya Hilsya bisa baca di tulisan2 sebelumnya disini ya 🙂
    salam

  2. Orin says:

    Duh…Orin jd ngilu2 Bun bacanya…
    Semoga Bone scan berikutnya tidak ada hot spot lg ya Bun. Aamiin..

    jangaan ngilu atuh Cantik 🙂
    iya ya, doain ya Orin sayang ….aamiin
    Salam

  3. Imelda says:

    urat nadiku juga halus bun….. waktu sebelum operasi caesarnya Kai, 48 jam dimasukin macam-macam, jadi terpaksa semua tempat dicoba, yang paling sakit di sela-sela jari 😦

    wah, nasib kita sama ya Mbak EM
    punya urat nadi yg halus, jd jarum kecil utk anak2 deh yg bisa dipake 🙂
    aduh…untung bunda blm pernah tuh ditusuknya di sela sela jari ….
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s