Peribahasa Jawa yang terkenal, Alon-alon waton kelakon alias Slow but sure, tidak berlaku bagi penyintas kanker.
Begitu ada gejala kanker, harus segera ditangani.
Lebih cepat lebih baik.
Karena itu perlu dilakukan pemeriksaan berkala untuk mendeteksi penyakit ini.

Banyak pasien RS Dharmais meninggal karena mereka datang ketika kondisi mereka sudah termasuk dalam stadium lanjut, yaitu stadium 3 atau 4, sehingga sulit ditolong, kata Dr. Roland A. Hukom dari RS Kanker Dharmais.

Stage 1 usually means a cancer is relatively small and contained within the organ it started in
Stage 2 usually means the cancer is localised, but the tumour is larger than in stage 1. Sometimes stage 2 means there are nearby lymph nodes that have cancer cells in.
Stage 3 usually means the cancer is larger and there are cancer cells in the lymph nodes in the area
Stage 4 means the cancer has spread from where it started to another body organ, such as the liver, bones or lungs


Kata Dr. Ronald, harapan sembuh pasien dalam stadium awal atau stadium 1 dan 2 mencapai lebih dari 70 persen.
Bahkan jika masih dalam stadium 1, kemungkinan untuk sembuh bisa mencapai 95 persen.

Kalau pasien dalam stadium 3, kemungkinan sembuh 40-50 persen dan stadium 4 kemungkinan sembuh kurang dari 15 persen.
Tetapi “sembuh” disini bukan berarti benar-benar sembuh.
Setelah beberapa tahun, bisa saja penyakit ini muncul kembali.
Setelah lima tahun, sebanyak 70 persen dari pasien yang sudah sembuh itu memang “bersih” dari sel-sel kanker.
Tetapi sisanya ternyata kurang beruntung karena kanker kembali menyerang mereka.

“Hal ini disebabkan karena perangai sel tumor yang memang berbeda,” kata Dr. Ronald.

Salam

Dikutip dari journal RS.Kanker Dharmais

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

10 responses »

  1. mama hilsya says:

    Bunda… maaf aku baru baca ini sekarang…
    jarang BW, atau kalau ngeblogpun cuma curcol melulu.. jadi ga mutu isi blognya *sedih*
    sekarang aku belajar kanker di sini.. jadi ada sedikit pengetahuan dan bisa mengerti dari sisi ilmiah, alhamdulillah..

    aku pernah posting sekali
    http://hilsya.wordpress.com/2012/08/03/tentang-kanker/

    semangat ya Bunda.. salam sayang dari jauh

    ikh, bunda jadi malu deh, Hilsya 😳
    bunda juga dah lama banget gak bewe kesana dan kemana2 🙂

    waduh ! gak sisi ilmiah kali Hilsya , sisi curcol gitu deh kayaknya ….hahahaaa 😀 😀
    terimakasih supportnya Hilsya 🙂
    salam

  2. ded says:

    Info yang sangat bermanfaat Bun, untuk mengingatkan kita-kita agar selalu waspada. Semoga selalu sehat ya Bun….. 🙂

    iya Ded, karena lebih baik mencegah dr pada mengobati, setuju khan? 🙂
    insyaallah, bunda baik baik aja ……
    salam

  3. yayats38 says:

    Saya yakin Bunda bisa disiplin …
    Doa kami sekeluarga untuk Bunda … 🙂

    aamiin ya Rabb…….
    terimakasih banyak utk doanya Kang
    semoga Kang Yayat dan keluarga juga selalu sehat ,aamiin
    salam

  4. lozz akbar says:

    semoga senantiasa diberi kekuatan ketabahan bagi saudara-saudara penyitas kanker. Dan menjadi perenungan bagi yang masih sehat, jika sakit bisa terjadi pada siapa saja. Ingat sehat sebelum sakitmu..

    aamiin, ya Rabb.
    terimakasih Uncle doanya utk kami, para penyintas kanker ini 🙂
    yah, memang si kanker ini gak gampang terdeteksi juga gak gampang pengobatannya 😦
    salam

  5. Orin says:

    Memang harus rajin check up tahunan ya Bun (walopun kadang takut juga 😦 )

    bener Rin. kan lebih baik mencegah dari pada mengobati, setuju ? 🙂
    bunda sekarang sih cek nya tiap 6 bulan sekali
    salam

  6. mungkin masyarakat kita lebih cendrung berobat setelah sakit, dari pada mencegahnya sedini mungkin. apalagi kurangnya pemahamn dan deteksi dini jika diindikasi mengalami penyakit kangker

    iya bener gitu ,Jo
    karena utk ngecek, mereka takut duluan kalau hasilnya gak seperti yg diharapkan,
    padahal kalau diketahui lebih dini, malah kans utk sembuh lebih besar
    salam

  7. Imelda says:

    aku usahakan sih setahun sekali periksa darah lengkap dgn faktor CA. Memang harus rutin periksa kesehatan ya bun

    iya bener Mbak EM…
    lebih baik mencegah khan drpada mengobati … 🙂
    salam

  8. monda says:

    deteksi dini yg paling baik ya mam…
    tp seringkali kita baru merasa sakit kl kondisi mulai parah, takut kl ketahuan sakitnya berat…., kayaknya aku gitu deh he..he…

    hehheee….kayaknya banyak juga tuh temen2ku BunMon yg gak mau ngecek….
    padahal jelas2 ada gen nya langsung dr ortu dan saudara sekandung
    dan sebelnya lagi si kanker ini pinter banget ngumpet, jadi seringnya baru ketahuan ketika sudah stadium lanjut 😦
    pdhal kan kalau terdeteksi lebih dini, penanganannya jg lebih mudah dan kans sembuh juga lebih besar 🙂
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s