Di klinik 24 jam dekat rumah ada dua dokter yang praktik secara bergantian.
Satu dokter perempuan, satunya lagi dokter laki laki.
Pas kan ya sepasang dokternya , jadi berarti seimbang kali ya jumlah antara dokter laki laki dan dokter perempuan….
( ini analisa ngawur dan sok tau ….hehehe…. )

Eh, sebetulnya tulisan ini nggak ada hubungannya dengan soal jender.
Waktu aku berkunjung ke klinik itu yang berpraktik adalah dr. Sita.
Waktu bu dokter tau kalau aku kena kanker, ia lalu bercerita tentang adik iparnya yang usianya masih di bawah 30 tahun.

“Ia kena kanker payudara.Kondisinya parah, kulit di seputar payudara sampai2 seperti kulit jeruk. Tapi sekarang ia sudah sembuh,” katanya.

“Saya periksa dia dan memang betul ia sudah sembuh, dadanya sudah bagus.”

Apa obatnya?

“Setiap hari makan cicak, selama 6 bulan, sampai badannya bau amis,” kata bu dokter sambil menambahkan bahwa setelah sembuh, ia berhenti minum obat dan badannya tak lagi berbau amis.

Dalam menjalani pengobatannya itu setiap pagi dan sore adik iparnya bu dokter makan cicak.
Sekali makan 2 ekor.
Kepala dan ekornya dibuang lalu badannya dibersihkan dan dimasukkan ke kapsul dalam keadaan mentah agar mudah memakannya.
Atau dimakan dengan pisang.
Tidak digoreng atau direndang………heheheee………

“Ini betul. Kalau saya tidak menyaksikan sendiri, saya tak akan menceritakan seperti ini,” kata bu dokter dengan serius.

Menurut bu dokter, adik iparnya itu tergolong tidak mampu dan ia hanya mengandalkan cicak untuk mengobati penyakitnya dan sekali2 minum antibiotik..

Cicak memang dikenal sebagai obat.
Waktu masih kecil pernah kudengar bahwa cicak goreng bisa dipakai sebagai obat gatal2 atau penyakit kulit, dan kutu yang dimakan bersama pisang emas bisa menjadi obat penyakit kuning.
Mengenai betul tidaknya khasiat itu, entahlah, aku tidak tau.

Yang jelas sekarang ini juga banyak sekali pengobatan tradisional yang kabarnya dapat mengobati kanker.
Mulai dari mahkota dewa, buah merah, mengkudu, daun dan buah sirsak, sampai sarang semut dan sarang penyamun heheheeee……

Indonesia memang sungguh kaya dengan keanekaragaman hayati, termasuk buaanyak sekali spesies flora maupun fauna yang cuma ada di sini.
Mereka merupakan sumber pengobatan tradisional dan sebagian tanaman obat sudah dikenal luas sebagai jamu dan dikemas dalam bentuk bubuk, kapsul maupun cairan.

Sayang sekali, negeri kita ini termasuk miskin dalam hal riset dan pengembangannya.
Kekayaan flora dan fauna masih belum dikelola dan dimanfaatkan dengan baik dan maksimal.
Kalau betul cicak dapat menjadi obat kanker yang ampuh, tentu banyak orang yang tertolong.

Temanku yang pecinta binatang berkomentar: “Kalau untuk bisa sembuh harus makan 2 cicak di pagi hari dan 2 cicak di malam hari selama 6 bulan, berapa ekor cicak yang harus mati untuk menyelamatkan satu nyawa manusia?”
Perlu paling sedikit 720 ekor cicak.
Hiiiii…………….. kok jadi serem banget rasanya yaaaaa…

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

4 responses »

  1. Yunda Hamasah says:

    Baru tahu aku Bun 😉

  2. Imelda says:

    wah bun, aku baru tau loh soal cicak bisa jadi obat kulit… Kalau kanker menurutku sih kalau memang wajar apa salahnya mencoba. Tapi ya kalau cicak susah deh, di Jepang ngga ada cicak sih 😀

  3. prih says:

    Cicak sebagai jamu penyakit kulit pernah dengar Uni, namun sebagai jamu kanker baru membaca di sini, menambah khasanah alternatif. Salam kami Uni

    iya Ry, bunda juga baru tau krn ibu dokter yg cerita 🙂
    salam

  4. cumakatakata says:

    hmmmmmm…
    720 ekor cicak???? gak susah nyarinya itu Ya BUn? heheee..
    saya baru dengar kl cicak bisa dibuat Obat Bun……

    jangan menyerah, terus berikhtiar ya BUn……

    iya bener, Cum…
    bunda juga baru tahu krn bu dokter yg cerita..
    sadis ya… hiks 😦

    terimakasih utk supportnya ya Cum 🙂
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s