Hari ini aku menjalani CT scan lagi atas anjuran pak dokter.
Ia merasa prihatin setelah melihat hasil bone scan-ku hari kapan itu.
Dibandingkan dengan 3 bulan yang lalu, ternyata ada penyebaran baru.
Karenanya ia menyuruhku CT scan untuk melihat apakah ada organ tubuh lain yang terkena.

Setelah berganti baju pasien, aku mengikuti suster ke ruang CT scan.
Aku berbaring, lalu lengan kiri ditusuk untuk diambil darahnya dan jarum infus pun ditancapkan untuk memasukkan obat.

Meja tempat aku berbaring perlahan-lahan bergerak masuk ke dalam mesin scan.
Proses scan awal hanya beberapa menit.
Lalu aku disuruh minum obat satu cangkir penuh dan duduk di ruang tunggu.
Lumayan juga, perut yang keroncongan jadi kenyang hehehhe… Lapar ditahan karena harus puasa.

“Silakan sambil nonton TV,” kata suster yang ramah sambil menyalakan televisi.
Setengah jam kemudian suster yang lain datang dan ia mengantarku ke ruang scan yang rasanya kian dingin saja.
“Silakan berbaring miring ke kiri,” katanya dengan sopan.

Tibalah saat yang sangat tidak menyenangkan.
“Disodomi,” begitu istilah salah satu suster berusaha bercanda tapi … ah, cuekin aja.
Obat dimasukkan melalui dubur.
Nggak enak banget… Rasanya seperti mau mules.
Tapi yach, apa boleh buat, terpaksa ditahan.
Setelah itu badanku kembali masuk ke mesin scan.

“Tarik nafas…,” begitu aba-aba lantang dari operator mesin.
Aku menarik nafas dalam-dalam sambil berusaha menerapkan tips dari ahli yoga yang menasehati kita agar jangan bernafas terlalu cepat.
Lebih lama kita menarik nafas, lebih baik.
Eh, belum selesai menarik nafas, sudah ada perintah “Tahan…” lalu disambung dengan “Bernafas biasa…”
Prosesnya sangat cepat.

Scan diulang beberapa kali dan obat juga dimasukkan melalui lengan kiri.
Ketika obat masuk, rasa sedikit nyeri dan panas menjalar ke seluruh tubuh sementara bagian anus terasa seperti digigit semut karena pengaruh obat.
Untung… ini hanya sebentar.
“Selesai,” kata suster.

Waktu aku melihat jam, ternyata seluruh proses dari saat aku ditusuk hanya makan waktu 1 jam.
Cepat sekali..
“Jarumnya tidak dicabut, biarkan dulu selama 15 menit supaya nanti kalau ada reaksi pusing atau mual kita bisa memasukkan obat melalui sini,” kata suster.
Biarpun ada jarum infus tertancap di lengan kiri, tapi tidak terasa sakit.
Suster menganjurkan aku minum air banyak-banyak agar obat larut.

Setelah minum air hangat 1 gelas, aku ke toilet karena perut melilit.
Sebagian obat keluar, tapi hanya sebagian saja…
Sementara aku berjuang sambil merenungkan nasib negara (hehehe.. emangnya.. !), suster memanggil-manggil namaku.
Rupanya ia khawatir karena aku terlalu lama di WC….
Baik juga ya susternya…
Karena reaksi tubuhku bagus, tak ada rasa mual atau pusing, jarum infus lalu dicabut dan aku diperbolehkan pulang.

*** News Update: Hasilnya sudah keluar, thank God… ternyata lumayan ok, ga gitu jauh dengan pemeriksaan sebelumnya. 🙂
Alhamdulillah, terimakasih ya Rabb………..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

19 responses »

  1. cumakatakata says:

    semoga di pemeriksaan selamjutkany ada perubahan kearah baik ya Bun….

    aaamin ya Rabb…….
    terimakasih banyak doanya ya Cum …. 🙂
    salam

  2. Imelda says:

    ah syukurlah hasilnya “bagus”


    aamiin, alhamdulillah …. 🙂
    salam

  3. kakaakin says:

    Saya baru tau kalau ternyata proses CT scan itu gak gampang. Kirain sama kayak x-ray aja 😀
    Semangat ya, Bunda 🙂

  4. yustha tt says:

    puji Tuhan… Senang mendengar hasilnya..
    Dan senang melihat semangat Bunda.. #peluk

  5. applausr says:

    syukur kalau hasilnya baik…. semoga akan selalu dan semakin membaik…

  6. Yunda Hamasah says:

    Miss u Bunda #pelukkkk

  7. mama hilsya says:

    miss you bunda…
    su su na!

  8. SanG BaYAnG says:

    Semoga semakin membaik ya Bunda..
    Hanya do’a dari tempat saya berada yang bisa saya haturkan untuk Bunda.

  9. Ikut mendoakan semoga selalu sehat dan tetap semangat ya Bunda.

    Sukses selalu

    Salam

  10. Wong Cilik says:

    semoga makin membaik Bunda …
    Salam

  11. fitrimelinda says:

    tetap semangat ya bund.. 🙂 *peluk*

  12. Evi says:

    CT Scan berikutnya, bintik2 hitam akan memudar, jadi abu-abu. Yakin Bun 🙂

  13. monda says:

    mamih .. lega …, meskipun bacanya ikut menahan nafas…
    sikap positif mamih mudah2an bisa mengalahkan si kepiting,insya Allah

  14. […] Selera kuterjemahkan dari bahasa Minang  “malapeh salero “ yang dituliskan Mamih Lily tersayang  di komentar terdahulu “Festival Kuliner Minang nan […]

  15. mechtadeera says:

    Alhamdulillah…semoga kian membaik ya Bunda.. Turut menyemangati Bunda dari jauh…

  16. phingai says:

    Alhamdulillah..

    semangat mam..!
    peluktjium, always.

  17. niqué says:

    senang mendengar perkembangan kesehatan bunda yang membaik,
    semoga pada kunjungan berikutnya pun begitu ya bun

    semangat selalu ya bun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s