Cara termudah untuk mengatasi rasa sakit adalah dengan minum obat anti nyeri alias pain killer.
Tapi hati-hati! Jangan sering-sering meminumnya.
Banyak efek sampingan yang dapat menimpa kita, antara lain sakit maag jika obat diminum saat perut kosong, atau gangguan jantung jika mengkonsumsi dalam dosis tinggi.
Selain itu kita juga bisa kebal terhadap obat itu.

Ada yang mengatakan bahwa pain killer dapat diganti dengan aromateraphy, minum wedang jahe dicampur cengkeh dan ramuan tradisional lainnya.

Tapi aku belum pernah mencobanya, kecuali minum wedang jahe yang memang membuat badan hangat.
Sebetulnya aku tidak suka minum obat.
Tapi apa boleh buat.
Kalau tak tahan sakit, aku terpaksa menelannya juga.

Pernah aku minum Ponstan, yang katanya bukan merupakan obat keras.
Dokter juga pernah memberiku ramuan campuran antara panadol dan entah apa namanya, yang juga termasuk ringan.
Ketika rasa sakit semakin menyengat, aku sempat minum Moxam dalam dosis kecil, hanya ½ tablet, 2x sehari.
Tapi nggak mempan.
Sehari setelah itu, ditambah dengan pain killer lain, yaitu Zaldiar ½-1 tablet.

Seingatku, dulu aku pernah membeli Ponstan di toko obat di Pasar Palmerah seharga belasan ribu rupiah, tetapi di apotik bisa lebih dari Rp 20.000 untuk satu strip berisi 10 tablet.
Sedangkan Moxam dan Zaldiar jauh lebih mahal.
Meskipun dalam kemasannya tertulis HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp 80-an ribu, tetapi di apotik harganya Rp 90-an ribu per strip berisi 10 tablet.

“Biarpun obat generik, kalau memang cocok, ya bisa aja,” demikian komentar pak dokter.
Pagi ini untuk pertama kalinya aku minum obat generik itu.
Syukur alhamdullilah.
Kakiku tidak terasa begitu sakit.
Obat itu aku minum sekitar jam 6:30 pagi dan sekarang sudah hampir jam 8 malam.
Mungkin juga itu karena terapi yoga yang aku jalani.
Dan yang pasti juga karena kuasa Tuhan.

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

7 responses »

  1. cumakatakata says:

    Alhamdulillah saya belum pernah minum “pain killer” Bun.

    terus semangat ya Bun….

    salam hormat dan sayang dari saya….

    iya, janganlah, kalau memang gak perlu2 amat ,Cum
    buat bunda sendiri juga berusaha meminimalisir penggunaan pain killer ini
    walau pasti selalu diperlukan
    salam

  2. Imelda says:

    iya kalau masih bisa ditahan lebih baik jangan minum obat ya bun.


    bener Mbak EM, diusahakan meminimalisir obat2an nih
    salam

  3. imam boll says:

    kalo saya sebagai seorang farmasis hanya ingin berpsan

    selagi obat sesuai dengan jenis penyakit, ya oke2 saja

    kalo masalah painkiller, ada yg namanya asam mefenamat, antalgiin, parasetamol, aspirin, dll

  4. Pengen coba ngurangin tp pain killer emang lumayan cpt ngilangin sakit bun.. Dilema juga ya bun 🙂

  5. kakaakin says:

    Ada yang bilang memang obat itu cocok2an 😀
    Kalau kakak saya langsung sakit maag pas minum ponstan 🙂

  6. Evi says:

    Wah, aku rutin minum ponsta kalau sdg haid Bun. Habis tiap bulan pasti menderita sakit kepala sebelah. kadang dng dibawa tidur hilang tp seringnya tidak. jd dr pada gak berfungsi seharian aku minum ponstan 250. Dulu malah cukup lama menggunakan yg 500. Waduh jangan2 karena ini kalau skrg olah raga agak berat jantungku rasanya gak enak ya…

    hehe….sorry Bun, kok malah aku ug curhat.

  7. mama hilsya says:

    dulu saya selalu minum obat pereda sakit jika sakit kepala..
    tapi saya kurangi dan berhenti karena lebih setuju dengan obat tradisional

    wedang jahe memang mantep kok

    salam sayang bunda,
    love you
    *saya janji untuk selalu bilang i love you sama bunda, hehe*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s