Apakah sudah jadi jaminan, bila kita merasa sudah menjalani hidup sehat, lantas tidak terkena kanker?
Karena ada  saja yang mengeluh : ” Kok bisa sih, saya khan sudah hidup sehat, makan makanan bergizi, tidur teratur, mampu mengatasi stress juga tak lupa berolahraga”.
Itulah yang  biasa dikatakan ketika terdeteksi kanker untuk pertama kali bagi sebagian orang yang merasa cara dan gaya hidupnya sudah sehat.
Reaksi dari penolakan (denial) penegakan diagnosis kanker terhadap dirinya.

Lalu bagaimana menjauh dari kanker?

“Kanker itu penyebabnya multifaktor, seperti genetik dan gaya hidup.
Kalau genetik, memang tidak bisa dicegah tapi bisa dilakukan deteksi dini.
Yang bisa dicegah adalah gaya hidup yang buruk,” jelas Dr Ronald Hukom, SpPD, KHOM, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais.

Agar tak bersinggungan dengan penyakit ini, Dr Ronald pun memberikan beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar kanker pun menjauh:

1. Deteksi dini
Genetik juga merupakan salah satu faktor penyebab kanker.
Oleh karena itu, orang yang memiliki keluarga yang menderita kanker, sebaiknya lakukan deteksi dini dan screening rutin untuk melihat apakah gen kanker juga tumbuh di tubuhnya.

2. Jauhi rokok
Dr Ronald menekankan bahwa rokok adalah penyebab utama dari berbagai kanker.
Bila tidak ingin kena kanker, jauhilah rokok.
Jangan menjadi perokok aktif maupun pasif.
Sebisa mungkin menjauh dari asap rokok yang cepat atau lambat bisa membahayakan tubuh Anda.

3. Pilih makanan sehat
Pola makan yang buruk juga seringkali menjadi biang keladi kanker.
Sering makan makanan berlemak, gorengan, junk food atau makanan tak sehat lainnya, dapat menyebabkan kegemukan, salah satu faktor utama yang mengakibatkan sel mutasi kanker berkembang cepat di dalam tubuh.

Perbanyaklah sayur dan buah, kurangi daging, makanan berlemak, makanan cepat saji, gorengan, makanan bergaram dan gula tinggi, serta perbanyaklah minum air putih.

4. Aktif dan banyak bergerak
Melakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari adalah cara yang ampuh untuk menjauh dari kanker.
Tak perlu berat-berat, cukup lakukan olahraga ringan seperti lari pagi, berenang, aerobik atau hanya jalan-jalan kecil keliling kompleks.

“Itu saja sudah sangat membantu untuk mengurangi risiko kanker,” tegas Dr Ronald.

5. Jauhi alkohol
Selain 3 faktor utama di atas, menjauhi alkohol juga bisa menurunkan risiko kanker.
Efek kronis dari pengguna alkohol biasanya mudah ditemukan kelainan di lambungnya.
Alkohol akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan yang membantu erosi sampai tukak usus yang selanjutnya bisa berubah menjadi sel ganas (kanker).

6. Pekerjaan
Bila bekerja di daerah-daerah yang rawan, seperti di perkebunan yang sering terpapar insektisida, pertambangan, radiasi berlebih, sering bersinggungan dengan asbes, sebaiknya juga hati-hati.
Harus lebih waspada dengan menggunakan pelindung yang memang sudah direkomendasikan untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut.

Semoga bermanfaat.

Salam

Sumber : Jurnal Kanker RS Kanker Dharmais, Jakarta

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

8 responses »

  1. cumakatakata says:

    terima kasih sudah berbagi Bun…

    semoga kita semua bisa menjalani yg kita hadapi dengan Mudah….

    semoga saja begitu ya Cum, aamiin
    salam

  2. applausr says:

    dan banyak berdoa….. 🙂 jgn sampe lupa yang satu ini…


    karena doa pun punya kekuatan yg dahsyat ya Rom 🙂
    salam

  3. Semoga asap rokok punah dari muka bumi ya 🙂


    ikjt mengaminkan 🙂
    salam

  4. penyangkalan2 itu yg pertama kali sy lakukan bun.. kayaknya gak terima aja.. tp itu duluuuu.. 🙂


    sama dong kita, Myra
    dan, itu adalah hal yg sangat manusiawi khan? 🙂
    salam

  5. hilsya says:

    waduh.. jadi inget soal ujian kemaren bunda…
    alkohol juga menyebabkan kanker hati.. jadi ada efek sinergis dengan aspek lain (aflatoxin, virus, enviro, stress, obesitas, dll)
    setuju dengan faktor pekerjaan.. banyak senior saya terkena kanker setelah terpapar bahan kimia

    akh, memang banyak faktor utk jadi pencetus si kanker ini ya Hilsya 😦
    semoga saja banyak orang yg menyadari hal ini ,aamiin
    love u
    salam

  6. ririe says:

    Kalau pas gathering / mudik yg susah jauhi rokok neh BUnd, secara keluarga saya yg laki-laki kebanyakan perokok. Deteksi dini sangat perlu sehingga jk hasil PA terdapat gejala kanker segera bisa dilakukan tindakan pengobatan lbh cepat.

    Kakak ipar saya mengalaminya, pas hasil papsmear ternyata dia kena kanker rahim pra stadium 1 jd langsung diambil tindakan pengankatan rahim dan alhamdulillah sekarang kondisinya membaik dan memang tetap perlu kontrol secara rutin dan lbh hati2 dalam memilih makanan..


    bersyukur banget ya Rie, deteksi dini yang membuat penangannya bisa lebih baik dan kesembuhanpun bisa optimal
    ya sepakat Rie, kontrol itu wajib hukumnya bagi para penyintas kanker
    jangan sampai kecolongan deh ….
    salam

  7. Imelda says:

    huhuhu aku paling takut sama rokok nih bun… suamiku masih merokok dan aku juga otomatis perokok pasif 😦


    mudah2an Mbak EM gak kena efek nya sebagai perokok pasif ,aamiin
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s