Kalau sakit kepala, aku minum Pa**dol dan biasanya langsung sembuh.
Kalau diare, aku minum En***s**p dan segera berhenti buang air.
Begitu pula kalau batuk, pilek atau sariawan.
Sudah jelas obatnya dan biasanya sembuh walaupun perlu waktu beberapa hari.

Tapi kalau kena kanker bagaimana?
Aku sudah minum obat tapi belum juga sembuh.
Hasil tes darah terakhir ( senin, 3 september 2012)menunjukkan bahwa sel-sel kanker itu masih belum terkendali.

Banyak obat yang katanya bisa menyembuhkan kanker.
Untuk stadium awal kemungkinan untuk “sembuh” mencapai 70 persen.
Sembuh dalam tanda kutip karena konon kabarnya sel-sel kanker itu sebetulnya masih ada, tapi tak terdeteksi, dan masih bisa muncul lagi.

Secara ilmiah memang belum ada obat yang mampu memberantas penyakit ini hingga keakar-akarnya.
Obat obatan yang ada hanya bisa mencegah agar sel-sel kanker yang masih bercokol dalam tubuh tidak berkembang.

Kenapa kanker susah diobati?

Jawabannya gampang.
Karena penyebab kanker sendiri sampai sekarang belum diketahui dengan pasti.

Tapi yang jelas, ada beberapa pemicu penyakit ini, termasuk:
1. Faktor keturunan.
2. Faktor genetika dan hormonal.
3. Gaya hidup tak sehat (termasuk stress)
.
Untuk nomor 1 dan nomor 2 memang tak bisa dihindari.
Dalam riwayat keluargaku ada tante yang kanker rahim, alhamdulillah sampai sekarang masih survive.
Sepupuku ada juga yang kena kanker payudara dan juga survive hingga saat ini, bahkan telah dinyatakan sembuh beberapa tahun yang lalu.
Resepnya:
kurangi makan daging, perbanyak makan sayur dan buah dan nasi dari beras merah yang diolah sendiri (jangan beli di warung) dan air putih, serta banyak gerak (senam).

Mengenai gaya hidup tak sehat, ini tentu bisa diatasi, meskipun mula-mula pasti terasa berat.
Banyak banget yang harus dihindari, termasuk alkohol, rokok, makanan yang mengandung bahan pengawet dan bahan-bahan kimia serta makanan yang digoreng dengan minyak yang dipakai lebih dari 3 kali.
Sedapat mungkin jauhi juga MSG atau bumbu penyedap.

Makan I***m*e memang enak, praktis dan murah.
Apalagi goreng-gorengan seperti tahu, tempe dan bakwan yang banyak dijual di pinggir jalan … yummy….!
Tapi awas. ……… !!! Hati hati…..
Jangan keseringan … Bisa bahaya loh…

Kembali ke soal obat, sekarang ini masih terus dilakukan berbagai riset untuk mendapatkan obat yang manjur.
Obat-obat yang ada juga masih termasuk relatif baru karena penyakit kanker sendiri juga termasuk penyakit baru.
Eh, salah…………. Sebetulnya bukan penyakit baru.
Tumor itu sudah dikenal dari jaman dinosaurus.
Tapi penelitian yang gencar baru dimulai tahun 1950-an setelah para orang pintar minum Tolak Angin.. eh,  salah lagi……….…Mereka mulai melihat penyebab kanker dari sudut pandang molekuler setelah Francis Crick dan James Watson berhasil mengurai struktur DNA.
Aku sendiri waktu itu belum lahir, jadi jangan tanya siapa itu Francis dan James, coba saja lihat di info.cancerresearchuk.org.

Karena tergolong” baru”, maka obat-obat kanker itu muahal buanget nget nget…….hikss…
Jenisnya ada beberapa dan obat yang cocok buat si A belum tentu cocok buat si B.

Lalu, bagaimana kita bisa tahu obat mana yang paling cocok buat kita?

Ternyata semua itu masih berdasarkan coba-coba alias trial and error.
Hal itu diakui oleh pak dokter dari RSCM ketika aku bertanya-tanya tentang tumor marker aku yang terus meningkat walaupun aku rajin minum obat.
Peningkatan itu bisa merupakan indikasi bahwa terjadi penyebaran baru ke tempat lain.
Tapi ini belum pasti.
Untuk memastikannya, aku harus menjalani  CT scan dan bone scan.

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

8 responses »

  1. mechtadeera says:

    saya msh terus berusaha untuk berpola hidup sehat Bunda, meskipun masih terseok-seok..terutama utk mengurangi mi instannya..haha…
    semoga upaya pengobatannya sukses ya Bunda…dan tetap semangat… 🙂

    instan, praktis dan enak….ini nih yg bahaya, jadi nagih khan ? …hehehe.. 😛
    aamiin ya Rabb…terimakasih utk doa dan atensinya ,Mechta ………. 🙂
    salam

  2. applausr says:

    i*d* mie iya enak tapi jangan keseringan… tapi seringnya nagih sih bunda…
    memang serem nih penyakit ini.. belum ada obatnya sampai skrg…

    hahahaa….ini yg susah ya Rom, bikin ketagihannya itu 😛
    iya, pengobatannya masih terus dlm progress utk mendaptkan yg tepat …
    salam

  3. Orin says:

    Duh, maem indomie sm gorengan itu juara bgt pdhl ya Bun *ngacai*.
    Semoga ‘trial and error’ dalam pengobatan Bunda berhasil dengan ukses ya Bun, Aamiin


    hehehe…yang enak2 memang bikin ngacai ya Rin 😛
    aamiin ya Rabb….terimakasih banyak utk doanya Orin cantik … 🙂
    salam

  4. ariohendra says:

    bener Bunda, semoga tetep tabah ya Bunda dan semoga sel kanker nya terkendali, sy doakan yang terbaik 🙂


    alhamdulillah, terimakasih banyak utk doa, atensi dan supportnya Ario 🙂
    semoga Ario selalu sehat ya, aamiin
    salam

  5. cumakatakata says:

    Banyak pengetahuan baru saya disini Bun…
    terima kasih Bundaa….


    alhamdulillah, semoga ada yang bermanfaat ya Cum…. 🙂
    salam

  6. narno3 says:

    setiap penyakit pasti ada obatnya bu, yang sulit tu mencari obat yang cocok buat diri kita tetapi berobat disertai berdoa insya allah bisa mempercepat kesembuhan

    setuju Narno
    karena Allah swt menciptakan penyakit juga menciptakan obatnya sekalian
    ini bunda yakin banget …
    selama kita gak bosan2 utk ikhtiar, telaten berobat dan disiplin serta tawakal
    insyaallah…kesembuhan akan datang, cepat atau lambat 🙂
    salam

  7. LJ says:

    Inon kayaknya ud mengurangi makan gorengan.. klo emak masih ngembat satu risoles atau combro tiap pagi..

    klo emak ada rejeki ke japos lg, ntar emak bikinin anyang pucuak kalikih.. kita sarapan anyang.. oceeyyy.

    #sejutapelukcium

    janji ya Mak…beneran lho….jadi ngacai…. 😛
    (mimpiin anyang pucuak kalikih) ……… 🙂
    *juta2 peluk tjium juga………
    salam

  8. hilsya says:

    bener Bunda.. obatnya bersifat trial and error untuk tiap pasien, ga bisa disamaratakan..
    penyebab kebanyakan sih kalo sekarang karena gaya hidup
    jadi emang sedari dini kita harus belajar hidup sehat..

    tapi gorengan dan mie instan sangat menggoda 🙂

    oh.. iya salam takjub dan salut buat bapak Crick-Watson… mereka hebat
    Bunda juga.. hebat
    love you


    karena perbedaan metabolisme tubuh masing2 juga kali ya Hilsya
    hehheee….kalau bunda sih sdh gakkan pernah lagi deh makan si gorengan dan indomie… 😦

    jadi, pingin baca jurnal beliau2 ini deh …. 🙂
    Hilsya atuh yg hebat krn gak pernah bosen kesini utk kasih semangat ke bunda 🙂
    (peluuuuuukkk…………)
    love u too as always
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s