Sudah lama aku tidak bertemu dengan Renny (bukan nama sebenarnya), teman sesama penyintas kanker, yang kukenal karena kami berada dalam satu support group.
Tahun ini ia menjalani kemoterapi dan radiasi di Surabaya, kota kelahirannya.

Pengobatan yang berlangsung berbulan-bulan itu berjalan lancar dan sejak akhir september ia sudah kembali lagi ke Jakarta.
Jangan bayangkan kalau ia kurus kering dan loyo atau seperti orang yang tak berdaya.

Renny kelihatan segar bugar kemarin.
Rambutnya yang masih pendek tersisir rapi dengan belahan pinggir.
“Berat badanku malah naik,” katanya sambil tersenyum.
Ia tidak menerapkan diet super ketat, tapi mengurangi kolestrol dan menghindari makanan yang tidak sehat.

Pada saat menjalani kemo, terkadang ia merasa mual.
Tapi selera makan tak banyak berkurang.
“Yang parah itu sariawannya. Sakit banget,” katanya.
Kata dokter, salah satu cara mencegah sariawan adalah dengan berkumur-kumur setiap habis makan.
Ini bagus untuk mencegah tertinggalnya sisa makanan di mulut ( bukan sisa makanan dipiring lho ya…..hahahaaa……ya iyalah…..), yang dapat mengakibatkan terjadinya sariawan.

Setelah menjalani kemo yang ke-2, rambut Renny mulai rontok, tapi ia menerima kenyataan itu dengan besar hati.
Begitu kemo selesai, pengobatan dilanjutkan dengan radiasi selama 25 kali (kalo ga salah nih) yang dijadwalkan setiap hari, kecuali kalau kondisi kurang fit.

Setiap hari ia menjalani pengobatan kerumah sakit dengan menumpang angkot yang tentu saja tidak ber AC dan pastinya panas .
Namanya juga Surabaya….(sama panasnya dengan Jakarta ya?)

“Aku nggak tahan kalau pakai wig atau topi. Rasanya malah pusing,” cerita Renny yang tak ambil pusing dengan pandangan orang.
Biarpun rambut belum banyak tumbuh, karena secara fisik Renny merasa sehat, ia juga sering membantu adiknya melayani pembeli di warung miliknya.

“Ada yang memanggil aku Pak atau Om. Mungkin aku dikira laki-laki. Tapi aku cuek saja,” kata Renny yang senang bergaya sportif sambil tertawa.
Ketika ditanya soal radiasi, menurut Renny, prosesnya cepat sekali dan tidak sakit.
“Yang lama itu nunggunya,” katanya.

Radiasi juga menimbulkan efek panas.
Kalau diguyur air dingin, pasti enak sekali rasanya, tapi itu dilarang dokter.
Bekas radiasi tak boleh kena air, sampai seluruh proses radiasi yang berjalan hampir dua bulan itu selesai.

“Rasanya nggak enak sekali karena nggak bisa mandi dengan bebas,” ujarnya.
Waktu ketemu aku kemarin ini kondisi Renny sudah pulih.
Untuk menjaga kondisinya setiap hari Renny harus minum tablet Tamoplex dan berbagai vitamin.
Oh ya, selain itu tentu saja Renny sekarang juga bebas mandi sepuasnya setiap hari.

Kisah Renny ini aku tuliskan, mungkin bisa bermanfaat buat pembaca atau sesama penyintas kanker sepertiku, walaupun jenis kanker Renny berbeda denganku.
Renny adalah seorang penyintas kanker payudara stadium dua.
Sedangkan aku penyintas kanker tulang rawan (chondrosarcoma) stadium 3B.
Semangat dan sikap positif yang ditunjukkan Renny lah yang membuatku makin yakin, bahwa akupun mampu berhadapan dengan si kanker busuk.

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

8 responses »

  1. Imelda says:

    Bun, ada temanku juga yang penyitas kanker payudara di US. Kami tahunya ketika dia mengubah foto profil FB dengan foto gundulnya, Ahhh kami teman-temannya terharu dan memang…. dia terlihat jauuuh lebih cantik! Karena gundulnya ditambah senyum semangatnya!


    waaaah….hebatnyaaaaa …….
    kagum ya Mbak EM, dengan cancer survivor seperti mereka ini…. 🙂
    luar biasa semangatnya , benar2 mengagumkan
    Salam

  2. riosetoblog says:

    betul sekali selalu berpikir positif ..setuju! adakah kaitan antara tanaman sebagai simbol dengan kita? misal, sel kanker kering dan tidak ‘galak’ lagi…makan eceng gondok, dimasak apa saja boleh, rasa (pasti) tidak enak dan liat sekali. berhasil.

  3. Evi says:

    Orang yg percaya pada kesembuhannya, pasti dapat mukjizjt Bun 🙂

  4. narno3 says:

    masih ada saudara yang senasib dengan kita bahkan lebih menderita, semoga yang dituliskan bunda bisa memberi semangat kita dalam menghadap kehidupan

  5. prih says:

    Terima kasih Uni, berkenan berbagi keteladanan dari mbak Reni. Sangat bermanfaat bagi penyitas maupun keluarga yang mendukungnya. Selamat berjuang dan berbagi Uni. Salam hormat.

  6. mama hilsya says:

    apapun pengalaman yang Bunda tuliskan di sini bisa jadi info buat orang lain dan berguna.. jadi amal kebaikan dan sumber inspirasi

    terima kasih banyak
    love you

  7. kakaakin says:

    Subhanallah…
    Berbagi atau mendengarkan pengalaman orang lain, bisa menjadi sumber semangat juga ya, Bunda. 🙂

  8. monda says:

    mbak reni itu pede banget ya mam…,
    patut dicontoh semua orang, bahwa penampilan bukanlah segalanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s