Banyak ahli menyatakan penyebab utama dari timbulnya penyakit kanker adalah, selain riwayat dalam keluarga, gaya hidup yang buruk seperti malas berolah raga, malas makan sayur dan buah.
Minum minuman yang beralkohol serta terlalu banyak makan junk food serta makanan lain yang kurang sehat.

Terlalu banyak pikiran alias stress juga bisa meningkatkan resiko terkena kanker.

Di jaman serba instan semakin banyak dari kita yang bergaya hidup tak sehat.
Kemana-mana naik mobil, sering jajan di luar, mulai dari gorengan di pinggir jalan dan kantin di sekolah sampai makanan di café atau restoran mewah di mall yang sungguh lezat itu.

Enak sih enak, tapi hati-hati, mungkin terasa nikmat karena banyak bumbu penyedapnya yang nota bene merupakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan kita.

Belum lagi minyaknya yang dipakai terus-menerus (kalo bisa ngintip dapurnya, mungkin keliatan tuh minyaknya yang iteeem banget kayak oli bekas yang encer…).
Padahal menurut orang pintar, minyak itu hanya boleh dipakai 2-3 kali saja, setelah itu harus dibuang karena pemanasan suhu tinggi menyebabkan adanya kandungan zat berbahaya seperti asam lemak trans, peroksida dan karsinogenik yang dapat mencetuskan kanker.

Apalagi bahan makanan yang mengandung bahan kimia yang berbahaya termasuk formalin, atau bahan pewarna yang kelihatan cerah ceria padahal bisa membawa akibat buruk bagi kesehatan.

Karena itu kita semua harus waspada akan bahaya kanker yang mengintai bagaikan musuh dalam selimut ini.
Hehehe…… dibilang musuh dalam selimut soalnya bahaya itu bersembunyi dalam selimut, eh,bukan dong………….
maksudnya,  dalam makanan yang kelihatannya manis unyu penampakannya , menawan selera dan merasuk sukma seolah   tidak berbahaya, bahkan cenderung menggoda iman kita untuk menyantapnya……..

Tapi kadang-kadang  kan kepingin juga dong jajan.
Kalo  mau langsung berhenti makan di luar, ya susah…..
Tapi mungkin  perlu pintar-pintar memilih makanannya.
Misalnya kalau makan ayam goreng atau fried chicken cabang luar negeri yang banyak gerainya dimana mana dan enak rasanya, kita jangan makan kulitnya, dan……untungnya aku gak suka tuh si fried chicken itu, karena aku memang gak suka makan ayam atau daging aka flexitarian sudah sejak lama juga , kira kira lebih dari 20tahunan gitu deh…….

Atau kalau kita pengen makan bakso, kita minta gak usah pakai MSG.

Mungkin tips berikut ini ada gunanya, boleh dicoba.
Daripada makanan berkaki lima (maksudnya makanan di kaki lima alias di pinggir jalan … atau makanan yang dijual di luar), lebih baik makanan berkaki empat yang dimasak sendiri.

Daripada yang berkaki empat (maksudnya daging merah atau daging sapi), lebih baik yang berkaki dua (alias ayam, bukan manusia lho… emangnya Sumanto si kanibal !!!).

Lalu yang terakhir, daripada yang berkaki dua lebih baik berkaki satu (alias pohon… maksudnya tanaman.. sayur dan buah…….).
Setuju? Setuju dong…

 

 

 

 

 

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

13 responses »

  1. Imelda says:

    Bunda, aku skr bosaaaaan sekali makan di luar. Anak-anak juga lebih sering minta pulang daripada makan di luar. Cuma ya itu kalau capek dan memang berada di luar terpaksa deh. Aku pernah kaget waktu menulis bhw di sini ada bubuk pembeku minyak sebelum dibuang, lalu ada yang jawab: Minyak goreng kami selalu habis terpakai. Ya ampuuuun aku ngebayanginnya, kok bisa habis tuh 😦 berarti semua terserap bahan makanan = makan minyak dong … duh


    hiii….serrreem banget yaa ngebayangin makan si minyak itu …ngeriii….

    makanan rumahan yg dibuat sendiri pastinya menyehatkan dan bergizi, keluarga juga menjadi sehat
    namun seperti Mbak EM bilang, kadang kondisi gak mengizinkan utk menghidangkan makan sehat utk keluarga 😦
    salam

  2. honeylizious says:

    kalo Hani sendiri sering makan di luar tapi makan di tempat yang memang tidak menggunakan MSG untuk semua masakan mereka 🙂

    enak dong ya, kalau sdh tau gitu , jadi gak was was Hani 🙂
    salam

  3. foredi says:

    Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

    terimakasih, mudah2an berhasil 🙂
    salam

  4. sun says:

    gorengan tu musuh bebuyutan yg selalu berhasil mengalahkan saya…

    kalau gak sering2 , gak apa apa kok 😛
    salam

  5. Orin says:

    Bun, rahasia nih ya, aku bisa2 aja ga makan si kaki empat dan si kaki dua dalam waktu yg lama, blom bisa jd vegetarian soalnya, tapiiii…si bakso itu selalu berhasil menggoda iman hihihihi

    waaaa…kalau gitu, nanti kalau kopdar sengaja makannya di warung bakso aja ya yuk Rin …. hahaha 😛
    salam

  6. saya sedang berusaha niy bun untuk bisa selektif sama makanan atau jajanan yang ternyata memang banyak yg tidak sehat ya

    iya, semoga sukses deh ya
    makanan sehat itu memang kalau bikin sendiri dirumah ya Rin 🙂
    salam

  7. narno3 says:

    berhati hati dalam memilih makanan yang akan kita konsumsi dan disesuaikan dengan kebutuhan kita itu akan lebih baik ya bun….

    seperti juga sunnah Rasul ya Narno
    makan sebelum lapar, dan berhenti sebelum kenyang
    insyaAllah kita jadi sehat ,aamiin 🙂
    salam

  8. mama hilsya says:

    iya bunda.. udah tau itu berbahaya.. masih tetep aja dikonsumsi
    di sini aku juga jarang makan daging lho… hehe..
    susah nyarinya..
    tp jd sering pake bumbu instan.. lha?
    ya gitu deh.. masih sagat tidak sehat

    love you..

    hayyah….gimanaa itu coba?
    tapi, gak apa apa deh, khan gak sering2 ya Hilsya ….hehehe 😛

    love u too as always
    salam

  9. hebat banget gaya nulis nya saya suka…

    setuju deh, jadi semangat lari pagi terus nih

    waduh, terimakasih banyak ya Tetik 🙂
    hayulk….yuk, lariiiiiii.
    salam

  10. waduh…saya skarang jarang olah raga, padahal dulu lumayan sering lari pagi
    bahkan jalan kaki pun jarang skarang karna keseringan naik motor
    mana makannya keseringan junk food lagi
    kayaknya harus diubah nih pola makannya
    😉

    hayuk atuh buruan dirobah, agar lebih sehat
    sebelum terlambat …… 🙂
    kesehatan itu murah, yg mahal kalau sudah sakit 😦

    salam

  11. LJ says:

    kesukaan Inon semua tuh mamm..

    sama tambunsu juga ya Mak ……hehehehe 😛
    salam

  12. alaika says:

    Setuju banget bun…. tapi……..Susah juga meninggalkan si kaki empat apalagi si kaki dua secara frontal….ntar dia patah hati dan bunuh diri deh bun…(eh, bukannya kita yg ngebunuh alias sembelih)? Hi hi…

    Udah lama sih bun ingin beralih ke sayur mayur dan buah… tapi kok masih terasa berat aja…. 🙂

    Ntar kalo udah di Bandung aku terapkan lagi deh, biar sehat. Thx for d tip ya bunda Lily…

    jiahahhaaaaa……….paling bisa deh cari2 alasan ya Al 😛

    dulu juga bunda gitu kok Al,
    lama kelamaan jadi kebiasaan deh sayuran dan buah2an jd lebih utama dr makanan lain 🙂

    sama2 Al, terimakasih juga utk apresiasinya pd tulisan ini 🙂
    salam

  13. niken says:

    Setuju sekali bunda…
    Mari kita perang dengan the real enemy…
    Saya belum bisa bersih dari makanan2 itu. Tapi sdg terus mencoba.


    yuk…. tingkatan terus kebiasaan pola makan dan pola hidup yang lebih sehat ,Niken 🙂
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s