Waktu aku masih remaja dan imyut2, tak kalah dengan personilnya Cherry Belle … ( boleh khaaan ge er sedikiit) heheeee….
aku suka memasang poster bintang pujaan dan menempelkan berbagai kata2 mutiara di dinding kamar.

Salah satu kata2 mutiara yang menjadi koleksiku ketika adalah: Mulutmu, harimaumu.
Atau lidah lebih tajam dari pedang.
Atau lidah tak bertulang…. eh, kalo itu lain ya, artinya..hehhee…………

Kita harus menjaga mulut kita karena apa yang terlontar dari sana dapat berakibat fatal.
Lawan bicara kita bisa sakit hati, marah, jengkel, tersinggung dan menangis.
Apalagi kalau dibarengi bau pete atau jengkol dan berjamaah dengan cipratan hujan gerimis lokal…..hahahahaaa……..

Kata kata yang kurang berkenan itu merupakan pil pahit yang harus ditelan oleh salah seorang anggota support group kami.
Ia pulang ke Solo, dan memilih berobat disana karena dari kota inilah ia berasal.
Meskipun kesehatannya kurang baik, ia tetap tegar dan tak kelihatan stres.
Pasti itu karena ia rajin berdoa.
Maklumlah, ia memang sangat religious, apalagi pekerjaannya memang berkutetan dengan makanan rohani.

Sambil berbaring di sofa empuk, ia bercerita tentang penyakitnya yang datang tanpa permisi.
“Ini awalnya dari susah beol,” katanya.
Susah BAB alias buang air besar ternyata merupakan hal yang serius.
Dari berbagai pemeriksaan akhirnya diketahui bahwa ia menderita kanker usus.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasinya, mulai yang tradisional sampai yang modern.
Kondisinya sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk.
Cobaan yang dihadapinya sungguh berat.
Kanker menyebar ke berbagai bagian tubuh, termasuk otak.
Tapi ia tak putus asa.
Usaha terakhir yang ditempuh adalah radioterapi di sebuah RS di Solo.

Dalam menjalani radiasi itulah hatinya terluka oleh kata kata yang diucapkan oleh bu dokter ahli radiologi.

Ceritanya begini.
Ia merasa lelah karena harus bolak-balik ke RS untuk memenuhi jadwal radiasi yang memang padat dan harus dilakukan setiap hari secara terus menerus selama 30 kali (kalau tidak salah ).
Karena itu ia bertanya pada bu dokter apakah boleh ada jeda dalam pengobatan itu.

Jawabannya sungguh mengerikan, horor, seram dan pastinya sadis dis dis….*lebaydotcom…*

“Ya terserah kalau mau lumpuh. Kalau saya, tidak masalah situ mau lumpuh,” begitu jawab bu dokter seperti yang diceriterakan oleh temanku.

Ya ampun… bu dokter… Kenapa sih mesti mengucapkan kata kata sadis dan  horor seperti itu?

Mungkin maksudnya adalah agar pasien tahu bahwa pengobatan itu harus dilakukan setiap hari dan tidak boleh terputus.
Kalau pasien tidak mau menurut nasehat dokter, maka akibatnya bisa buruk sekali, bahkan ia ia bisa lumpuh.

Seharusnya dokter memiliki compassion, rasa empati terhadap pasien dan jangan mengumbar kata kata  kasar yang dapat menambah penderitaan pasien yang memang sudah menderita.
Banyak dokter yang baik hati, sabar dan penuh perhatian terhadap pasien.
Tetapi ada juga yang bersikap sebaliknya.
Yach… namanya juga manusia….
Tapi…………… akibat nila setitik, rusak susu sebelanga (iiiiiiih….besar sekali ya susunya….???)

Mungkin rasa empati bu dokter yang menangani radiasi itu sudah terkikis habis.
Sudah bosan, jenuh dan kebal karena tiap hari mendengar keluh kesah, rintihan dan ratapan pasien serta keluarganya.
Tak ada lagi barang secuilpun rasa simpati terhadap pasien, tak peduli betapa buruk kesehatannya.
Atau mungkin jangan jangan hatinya sudah gak ada di tempat seharusnya …( lagi jalan jalan mungkin si hatinya) hahaaahahaa…..

Mungkin juga saat itu emosinya bu dokter sedang kurang stabil setelah cek-cok dengan suami yang ketahuan berselingkuh.
Mungkin juga bu dokter hatinya lagi jengkel dan mendongkol karena sang pembantu memberinya sepiring kol untuk sarapan padahal ia minta jengkol.
Kok, aku jadi menuduh begini yaaaa………….hihihihii…. ( jangan jangan tuduhanku bener…hayyaahh…. )

Yang pasti sih, gak sulit kok sebenarnya mengeluarkan kata kata yang baik, selain untuk menghibur, juga berpahala dan bisa dicatat sebagai sebuah kebajikan oleh malaikat yang selalu ada dikiri kanan kita ,bukan??

 

 

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

14 responses »

  1. Imelda says:

    Ya, memang dokter juga manusia yang bisa saja capek lahir batin, tapi benar spt kata bunda, akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Apalagi yang mendengar sudah tahu akibatnya, tanpa dibilang. Dokter itu memang musti belajar lebih menahan diri ya.
    Dan sebetulnya mungkin tanpa sadar, aku pun pernah mengucapkan sesuatu yang membuat teman-teman sakit hati berkepanjangan. Semoga aku juga lebih bisa menahan lidahku (Untuk berkata bukan untuk makan heheehhe)

    hehehee……aku juga jadi berpikiran seperti itu juga Mbak EM
    mungkin secara gak sengaja, pernah menyakiti perasaan seseorang ketika bicara 😦

    jadi, memang perlu menahan lidah, ketika keadaan kita sedang fatigue yaa..
    salam

  2. mama hilsya says:

    yang bikin terlihat kasar buat saya adalah kata ‘situ’
    I really hate that word

    he eh……….bener deh Hilsya
    temenku aja bilang sampai gemesss banget sama si ibu dokter itu 😦
    salam

  3. applausr says:

    iya kadang kadang… tuh banyak orang yang pura pura seperti itu… bahkan samapi ke level dokter yang memang secara pekerjaan menuntut sebuah pelayanan prima dan nasehat yang membangun buat pasiennya…

    semoga ucapan dokter seperti itu bisa dijadikan pemacu bukan sebaliknya…

    sepertinya itu lah yg dilakukan oleh temen bunda itu Rom
    ucapan bu dokter yang hey jude(s) itu, malah bikin dia kian semangat utk meraih kesembuhan,
    berusaha jangan sampai mengalami kelumpuhan
    salam

  4. kakaakin says:

    Astagfirullah… semoga ucapan kasar si dokter itu bukan merupakan kebiasaannya ya


    mudah2an saja ,karena bu dokter cuma lagi bosan dan capek aja ya Kak
    salam

  5. ya ampun kok dokternya kayak gitu ya bun.. Sm kayak Orin, kl sy kayaknya udah pindah dokter

    he eh, mendingan pindah dokter aja kali ya Myra
    daripada sakit hati 😦
    salam

  6. ainulharits says:

    RSU Dr Moewardi Solo ya 😦 , Kata-kata memang kadang ibarat pedang, bahkan lebih tajam lagi. Salam kenal dari kota Solo…

    wah, kurang tau juga, krn temen bunda gak bilang diRS mana, bunda juga gak tanya 🙂

    iya, lebih baik berhati2 menjaga lidah kita ya Ainul ..
    salam kenal juga dr Tangerang , terimakasih utk kunjungannya 🙂
    salam

  7. Ya ampun ada ya dokter yang kayak begitu.

    iya Bun, mulai dari sekarang pun kita bisa belajar mengendalikan tutur kata kita.

    iya tuh ada, tempat temen bunda berobat

    mestinya memang kita harus pandai2 menjaga lidah kita ya Tetik
    salam

  8. mengerikan..
    mudahan saja bu dokter itu sadar, dan ga ada lagi pasien yang jadi korban..

    mudahan temannya cepat sembuh begitu juga dengan luka hatinya..aamiin ya Rahman

    kunjungan perdana..salam kenal..

    betul sekali, jangan ada korban berikutnya 😦
    terimakasih banyak utk doanya Ummu……
    salam kenal juga
    terimakasih utk kunjungan perdananya 🙂
    salam

  9. narno3 says:

    Dulu waktu anak pertama saya sakit saya juga mengalami hal serupa ini, waktu itu ketika dirumah sakit anak saya diminumi obat akan tetapi cara memberikannya saangat kasar hingga saya mau menegurnya, nah karena terjadi selisih pendapat ini akhirnya anak saya kemudian saya cabut paksa dan pindah ke rumah sakit lain, meski lebih mahal. ternyata di rs yang baru itu ditangani dengan sangat baik alhamdulillha bisa sembuh, Bun

    tindakan yg sangat tepat itu ,Narno
    pasien sendiri khan sebenarnya bukan hanya memerlukan obat saja ,
    namun perlakuan yg baik dan ramah juga ikut membantu kesembuhan pasien

    Alhamdulillah, semoga Narno dan keluarga selalu diberikan rezeki kesehatan oleh Allah swt ,aamiin
    salam hangat utk keluarga 🙂
    salam

  10. alaika says:

    Banyak dokter yg baik tapi banyak juga yg keji dan kasar spt itu ya bun…
    Kmn hati nurani mrk itu ya, padahal dari kecil hingga besar, manusia normal itu kan sdh dijejali Etika, kasih sayang, cara berempati, bersimpati…. masak giliran udh jd dokter top begitu, nilai2 luhur itu menguap begitu aja ya bun?

    Ih…. amit2 deh…mudah2an aja suatu hari nanti dia kena batunya tuh…..huh! #emosi mode on jdnya saya nih bun, hihi….

    Gmn kbr bunda hari ini? Mudah2an lebih baik dr kemarin ya bun….
    Saleum,
    All.


    namanya dokter khan manusia juga
    jadi, ya kadang mereka juga suka lupa dengan lidah yg setajam silet ( hihihi…kok jadi inget salah satu acara infotaintment yaaa..) 😛
    namun begitu, tetap saja, akan lebih baik buat pasien dan mereka sendiri utk berkata ramah dan santun , ya gak Al? 🙂

    Alhamdulillah, berkat doamu Al, bunda hari ini baik2 saja 🙂
    Al juga ya semoga selalu sehat dan sukses .
    salam

  11. yayats38 says:

    Setuju sama Teh Orin .. saya pasti ngamuk tuh he he
    Tapi kadang dihadapan dokter saya suka gagap Bun wkwkwk
    Btw .. gimana kabar Bun .. semoga semakin baik ya Bun
    Salam hangat ya Bun 🙂

    hahahaaa……si dokter nya gak taunya gagap juga gimana atuh Kang ? 😛 😛

    alhamdulillah, berkat doa Kang Yayat , bunda baik2 saja 🙂
    salam hangat utk keluarga di Ploso …. 🙂
    semoga selalu sehat
    salam

  12. Ely Meyer says:

    wadeww .. sadis banget y a Bun kata kata dokternya itu 😦

    he eh …kok kayak gak punya perasaan gitu ya Ely 😦
    salam

  13. Evi says:

    Ya Allah, kok segitunya itu dokter. Mungkin dia punya masalah berat juga, tapi mbok ya ingat profesi yg disandangnya…Hm, kita doakan ya Bun, mudah2an temannya Bunda adalah korban kata-kata kasar terakhir…Amin

    aamiin, bener Evi, semoga dia adalah korban terakhir dr kesadisan kata2 bu dokter itu
    salam

  14. Orin says:

    Iya Bun, kadang adaaa aj dokter yg sadis begitu ya Bun, pasti lgsg pindah dokter aku mah 😦

    he eh…..sadis kok dipiara ya Rin 😦
    iya, setuju, langsung ganti dokter aja deh, drpada kesel ….
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s