Entah sudah berapa banyak dokter yang aku kunjungi gara-gara penyakit bandel yang merepotkan ini.
Mungkin ada 1001 orang dokter ( emangnya 1001 malam apa…?? ) hehehee…..
Eh, ralat.. kebanyakan …
Coba ya aku ingat-ingat dulu …
Satu, dua, tiga….hmm…………….hitung punya hitung, aku sudah bertemu dengan paling sedikit 13 orang dokter.

Busyeet.. banyak banget ya?
Kunjungan ke dokter dilakukan dengan maksud dan tujuan yang berbeda.
Misalnya untuk menjalani pemeriksaan seperti bone scan, CT scan, PET scan dan MRI, untuk sekedar minta resep painkiller, untuk suntik vitamin,
dan tentu saja untuk berkonsultasi dalam usaha menyusun strategi terbaik untuk melawan kanker.


Mereka berpraktek di tempat yang berbeda dengan keahlian yang berbeda Selain onkologis, ada juga dokter umum, spesialis syaraf, spesialis penyakit dalam,dan ahli radiologi.
Sifatnya juga berbeda-beda, ada yang baik, yang sabar, yang ramah dan murah senyum, yang rada cuek, yang sombong dan yang galak.
Dokter yang baik lebih banyak dari dokter yang kurang baik.
Yang ramah lebih banyak daripada yang sombong.
Hanya saja adanya seorang dokter yang kurang profesional memang dapat merusak citra mereka secara keseluruhan, seperti kata pepatah: “Karena nila setitik rusak susu sebelanga”. ( hihihiii………. besar banget ya susunya….)

Indonesia banyak memiliki dokter yang baik .
Tapi di Jakarta juga, dokter ahli kanker banyak yang sibuuuk……………….
Pasien mereka bejibun sedangkan waktunya terbatas.
Kurangnya jumlah dokter spesialis di Indonesia merupakan salah satu persoalan yang menghambat pemberian layanan secara maksimal.

Jadi, walaupun kita datang sepagi mungkin, tetap saja harus antre lamaaaaa……
karena pasiennya panjaaaang kayak ular naga panjangnya ……. eh, salah, pasiennya buanyak banget sampai tumplek plek…
sudah kayak stasiun kereta dan bus ketika musim mudik lebaran.

Prihatin juga, ternyata jumlah dokter yang menangani para penyintas kanker ini masih kurang banyak dibandingkan dengan jumlah pasien yang terus meningkat……. hiks

Alhamdulillah, selama ini sih, aku selalu berhadapan dengan dokter yang selalu ramah, baik, sabar, dan suka menabung …… eh, bukan, dokter yang penuh support dan sangat informatif gituh lho maksudnya…..
Aku sih tentu saja mengharapkan adanya perkembangan baik.
Apalagi dengan perpaduan cara modern dan tradisional – selain minum obat dari dokter aku juga minum obat herbal dan memperkuat energi positif dalam tubuh melalui yoga.

Dan akhir2 ini aku mulai sedikit2 berlatih yoga lagi meskipun dengan gerakan terbatas.
Karena si kaki kiriku akhir akhir ini kok ya makin banyak bikin ulah.
Kadang tiba tiba kebas, gak ada rasa sama sekali, atau bandel, gak mau nurutin perintah otak untuk digerakkan…
Pak dokter sih bilang, karena sudah ada syaraf yang terkena ekspansi si kanker ini ….


Jiaaahh……masih kurang puas ya rupanya si kanker ini lahannya, sampai sekarang masiiiiih aja usaha buat berekspansi ria…
hedeh ..hedeh…ampuuun dweh….
Tapi, gak apa apa deh, bagiku sih, makin keras usaha si kanker ini berkembang biak, makin keras juga usahaku untuk menggempurnya, bahkan semangatku makin tinggi, sampai 1000kali lipat …..
Emangnya eikeh apaan bow….???
mau seenaknya gituh berkeliaran di dalam tubuhku??
OOooohh……tidak bisaaaa……… ( dengan gaya Sule OVJ).heheheeee……………..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

11 responses »

  1. prih says:

    Kekuatan Uni, selalu melihat hal positif diantara kesulitan. Analisis karakter dokter, melengkapi ihtiar. Semangat Uni menginspirasi adik yang juga penyitas Ca. salam

    mudah2an aku bisa terus memompa semangat yang mulai tertatih ini ,Ry
    Salam

  2. Mechta says:

    Semoga akan semakin banyak dokter spesialis yang bisa meringankan ‘beban’ para penderita kanker… Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan & kesabaran pada Bunda… hingga kesembuhan tiba…

    aamiin……….kekurangan dokter onkolog ini sangat terasa ketika kita berobat ke RSU , Mechta.
    betapa banyak penyintas kanker yg harus antre menunggu giliran utk bertemu dengan dokter,
    dan, menurut bunda saja sih, ini sepertinya bisa menjadi indikasi juga, bahwa penyintas kanker makin bertambah 😦
    atau kesembuhan belum lagi maksimal didpat oleh para penyintas kanker …….
    salam

  3. Idah Ceris says:

    Tetap semangat untuk ikhtiar, Bunda.
    Lawan terus. . .
    Semoga lekas kabur ya Bun kankernya. 🙂

    insyaAllah, Idah……….
    doa dan atensi Idah, menaikkan semangat yg mulai terseok ini 🙂
    salam

  4. niken says:

    Subhanallah… bunda begitu semangat melawan penyakit kankernya. Salut bunda… Syafakillah.. semoga Allah segera memberi kesembuhan.

    yaaa……habis mau bagaimana lagi ?
    mau tidak mau, suka tidak suka, harus dihadapi dan diperangi …..
    sepertinya makin kuat usaha kita , makin sadis juga si kanker ini berupaya melumpuhkan kita 😦
    terimakasih banyak utk doa dan atensinya ,Niken 🙂
    semoga Niken selalu sehat ya……
    salam

  5. hilsya says:

    berkunjung di hari sabtu, bunda…
    semangat selalu…

    love you

    bahagianya tiap kali mendapat kunjungan dari Hilsya
    jadi, menambah semangat yg mulai terseok nih .. 🙂
    love u too , as always
    salam

  6. Pakde Cholik says:

    Tetap berusaha dan berdoa,
    saya ikut terus mendoakan
    Be strong mbak
    salam sayang selalu

    insyaAllah Dheee…………
    I will…….and always will be stronger than before Dheee…….
    terimakasih banyak utk atensi dan doanya…….. 🙂
    salam hangat utk keluarga di Galaxi,
    semoga selalu sehat ,aamiin
    salam

  7. Adi Nugroho says:

    Kayaknya aku harus mulai banyak nyindir temanku yg kuliah dokter nih..

    Salam bund, sehat selalu ya..


    lho kok gitu Di? kenapa ??
    semoga Adi juga selalu sehat yaa…
    salam

  8. Semoga usaha melawan kanker akan berbuah baik Bun, Insya Allah..
    Semangat, Bun.. Kami bantu doa semoga Bunda selalu kuat dan tegar melawan si kanker hingga dia kalah dan menyerah. Amiinn…

    Btw, postingan Bunda kali ini lucu.. 🙂

    aamiin aamiin ya Rabb……
    terimakasih banyak Dewi utk atensi dan segala doa utk bunda
    Semoga Dewi dan keluarga juga selalu sehat ya, aamiin

    masa’ sih gitu? lutju yaaa…..hehehe 😛
    salam

  9. Cii' Yuniaty says:

    kunjungan perdana bund,….blog yg menarik dg content yg menarik n sangat bermanfaat. salut sama bunda lily yg slalu optimis n tegar melawan penyakit yg diderita.
    ttp tawwakal yaa bund…..*keep spirit…

    slm kenal 🙂

    terimakasih banyak utk kunjungan perdananya ,Cii….. 🙂
    aamiin aamiin ya Rabb…..
    semoga Cii juga selalu sehat dan sukses ya aa…………
    salam

  10. JNYnita says:

    Harusnya banyak beasiswa untuk dokter spesialis ya Bun… soalnya biaya Sp itu super duper mahal…

    iya ya , mungkin dengan begitu, jadi lebih banyak dokter spesialis yg bisa membantu para pasien ini semua 🙂

    salam

  11. Evi says:

    Ikutan prihatin dgn kekurangan dokter ahli ini Bun. Anakku kelak bermaksud mengambil spesialis kanker. Mohon doanya ya Bun, setelah selesai kedokteran umum, dia bisa ikut mengisi kekurangan di spesialis kanker 🙂

    Bunda ikut urun doa , semoga segera diijabah Allah swt keinginan dan cita2 permata hatimu utk segera menolong para penyintas kanker ini ,Vi …aaamiin
    salam hangat utk keluarga ya Vi 🙂
    Semoga selalu sehat dan sukses ,aamiin
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s