Mati………
Hidup……..
Mati………
Hidup……..
Ah, kayak lampu kelap-kelip aja yach………..
Kalau lampu sih gampang, bisa kita atur, mau mati atau hidup kapan saja.
Tapi hidup dan mati seseorang berada di luar kendali manusia.

Bulan Februari kemarin ini dua orang rekan anggota support group yang aku ikuti meninggal pada hari yang sama.
Yang satu menutup mata karena kanker otak, yang satu lagi karena kanker tulang/lutut.
Beberapa hari kemudian, ada kakak kelas yang juga meninggal karena kanker (aku lupa, apakah kanker usus atau kanker yang lain).

Tapi kalau memang sudah saatnya, siapa saja bisa meninggal dunia, entah itu karena sakit atau sebab lain.
Bahkan ada juga orang yang meninggal hanya karena digigit nyamuk,
kebetulan nyamuknya membawa virus deman berdarah atau malaria……..

American Cancer Society memperkirakan sekitar 1,3 juta perempuan di seluruh dunia tahun ini diketahui terkena kanker payudara dan hampir 500.000 meninggal.
Informasi itu disebut dalam milis breastcancer2@yahoogroups.com yang berpusat di Amerika.
Hiiiiiiiii……….. serem ya?

Kalau pikiran kita dipenuhi dengan hal yang serem serem, ya tentu kita jadi terpengaruh.
Jadi khawatir dan stres.
Dan keadaan jadi tambah runyam.
Daripada memikirkan hal hal yang negatif, mendingan kita mikir yang enak enak aja…

Coba kita simak komentar Jan, salah seorang anggota milis di yahoo group itu.

“As far as I’m concerned, survival rates are for the insurance companies and statisticians.
I hear a line during CSI:Miami last night.
One of Horatio’s female friends (lead detective) is battling breast cancer.
She had a friend shot right in front of her.
At the end of the show, Horatio found her gazing out the window.
When he asked her what she was thinking, she said, “I have been battling this horrible monster for sometime and battling it to keep from dying.
After I saw my friend die right in front of me, it came to me that I have forgotten how to live.”

“I think this statement is more true that at least I would like to think.
We seem to get caught up in the treatments of chemo/radiation to kill the cancer cells so we won’t die from bc.
We take aromatase inhibitors for 3-5 years or tamoxifen or something similar so we won’t die from this disease or so it won’t recure.
We do all of this so we won’t die from this disease.

“Wouldn’t it be a strange twist to do all of these things so that we can live and enjoy our children, grandchildren, family and friends and our lives with whatever quality of life we have?
It has taken me some time to come to that conclusion and believe me when I say that I have had moments when I do the aromasin so that I won’t die.
But it seems more positive use of my energy to use it in living rather than worrying about dying.
That will come soon enough for all of us naturally and within a time frame in which we actually have no control.
So I say to heck with dying (bahasa gaulnya…. HIV…. Hemang Ikke Vikirin….. ) Living is easy than dying anyway.”

Sekarang kita dengarkan pendapat Kate:

“Statistics can make your head spin and can make you think negative thoughts.
Sure, we all worry about dying, but we can’t spend our time worrying.
We need to use that precious time to concentrate on living the best lives we can, no matter our “stage” or prognosis or our likely statistical outcome.
They are just numbers.
I have way too much living to do to worry about dying.
My mother died of breast cancer, she just gave in to the negative aspects of her diagnosis and I refuse to do that.”

Lalu Jenny berkomentar :

“I totally agree with you.
It’s focusing on the positive instead of the negative.
I have a tremendous support system of the entire spiritual community I live in.
Focusing on my blessings has made this journey much easier and more pleasant for me.
I have so many.
Thank you for affirming life instead of death.”

Nah.. jadi begitulah…………
Intinya, daripada memikirkan kematian, mending kita pikirkan kehidupan….
Buang jauh jauh pikiran negatif dan kembangkanlah pikiran positif.
Syukuri hal hal yang menyenangkan yang masih bisa kita nikmati……..
seperti membaca tulisan ini……
Bersyukur karena bisa membaca (menurut WHO, pada tahun 2002 terdapat lebih dari 161 juta orang di dunia yang cacat penglihatan, dengan rincian 124 juta orang dengan penglihatan terganggu dan 37 juta lainnya buta).

Bersyukur karena bisa membaca melalui layar monitor di komputer yang menunjukkan bahwa paling tidak kita masih berada di atas garis kemiskinan (menurut BPS, ada lebih dari 37 juta rakyat miskin di Indonesa di tahun 2010 atau 16,58 persen dari jumlah penduduk)….
Bersyukur karena bisa membaca blog yang mempesona dan tiada duanya di dunia ini……
( hahahaaaa……..kalau ada yang mau muntah, silakan sediakan kantong kresek sendiri yaaaaa……)

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

6 responses »

  1. irmasenja says:

    tetap semangat bunda,…. you’re not alone 🙂

  2. Ayahnieda says:

    Ada juga kok seseorang yang mengetahui waktu kematiannya, cuman dalam film tapinya 😀 kunjungan perdana salam kenal

  3. monda says:

    pasti kematian akan datang…
    tapi aku belum siap dan belum ada bekal apa2 mam

    sama juga dgn mamih,BunMon 😦
    belum siap, walaupun kematian itu pasti…
    jadi, belajar “nabung” juga deh sedikit2, mudah2an jadi bukit ,aamiin
    salam

  4. Evi says:

    Iya Bun, ketimbang mikirin takut mati, mendingan mengisi hidup yang bermanfaat ya, toh lambat atau cepat semua orang pasti mati. Kita memang sering tak rasional menghadapi kematian, dirubung takut dan duka, seolah hidup akan berlangsung selamanya. Tuhan tak pernah berjanji bahwa kita akan diabadikan. Yg abadi hanya roh kita.,,


    kalau saja semua orang ( penyintas kanker) bisa berfikir kayak Evi gini,
    mungkin banyak penyintas yang kembali tumbuh semangat juangnya ,
    walalupun pertarungan dgn si kanker ini selalu bikin capek , lelah dan membosankan 🙂
    tentunya juga biaya yg tidak sedikit 😦
    salam

  5. IndahJuli says:

    Kanker payudara dan kanker rahim memang jadi penyakit yang banyak menimpa perempuan. Yuk, dari sekarang rawat kesehatan kita 🙂


    bener banget, setuju InJul
    rawat kesehatan dari sedini mungkin
    apalagi memang sekarang kanker payudara dan kanker rahim, benar2 musuh utama wanita
    semoga InJul selalu sehat dan sukses ,aamiin
    salam

  6. Pakde Cholik says:

    Berdoa minta mati dilarang. Demikian juga mati bunuh diri.
    Lebih baik hidup agar ada kesempatan bagi kita untuk bertobat dan meningkatkan kualitas ibadah kita.
    Salam sayang selalu


    setuju banget Dheee..
    tulisan ini juga ttg bagaimana sebaiknya kita menikmati dan mensyukuri hidup ini 🙂
    walau sudah dideteksi kanker sekalipun……..
    krn got cancer is not the end of the world …….
    salam hangat utk keluarga di Galaxi
    semoga selalu sehat ,aamiin
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s