Keren sekali yaaaaaa judul tulisan ini?
Kesannya gimanaaaaaaa……….. gitzzu.
Tapi bener lho.
Biarpun aku ini penyintas kanker, tapi masih bisa aktif dan produktif.
Nggak percaya?
Yaaaaaaaaaa… memang sihhh..
ada penyintas kanker yang sakitnya parah sehingga aktivitas terganggu.
Tapi banyak juga yang dapat bekerja dengan baik.

Kondisiku sendiri saat ini baik2 saja.
Syukurlah, Tuhan masih memberi kekuatan sehingga tidak terlalu berpengaruh pada kegiatan sehari-hari meskipun secara fisik memang lebih lemah.
Berbeda dengan sebagian orang yang selalu merasa mual dan tidak ada nafsu makan, aku malah doyan makan.
Walaupun tetap mengalami muntah2, namun sudah tidak sesering bulan bulan lalu…….
( ini mungkin ya yang bikin aku tetap kerempeng walaupun rakus…..heheheee )

“Kondisimu itu nggak normal,” komentar teman sambil becanda.
Mungkin juga ya?
Pak dokter yang menanganiku juga mendeteksi “ketidaknormalan” itu ketika menyuntikkan neurobion seperti yang dianjurkan oleh dokter syaraf.
Sudah 4x pak dokter memberikan suntikan itu.
Eh, lupa………pertama kali tidak disuntikkan, tetapi dimasukkan melalui cairan infus.

“Ini supaya tidak sakit. Daripada disuntik di pantat, pegelnya bisa sampai berjam-jam,” kata pak dokter.
Ia menambahkan kalau sehabis disuntik, badan bisa jadi “seger”.
Ternyata waktu obat masuk, lumayan sakit.
Rasanya seperti ketika obat dimasukkan ke tubuh sebelum menjalani CT scan bagian perut.
Pokoknya sangat tidak nyaman.

Pada giliran berikutnya, pak dokter menyuntikkan obat itu melalui nadi tangan yang bekas diinfus
“Kalau di suntik di sini tidak sakit,” katanya.
Aduh, ternyata sakiiiiiiiiit sekali seperti digigit jutaan milliar semut……………..(Eh siapa yang menghitung semutnya yaaaa…..)
Untung hanya sebentar, sekitar 30 detik.

Ketiga kalinya, aku minta agar disuntik di pantat saja.
Pak dokter heran.
“Kalau di pantat itu sakit.
Biasanya kalau di nadi tidak sakit.
Mungkin kemarin sakit karena pengaruh obat? Saya jadi penasaran.
Bagaimana kalau disuntik dulu sebelum diinfus? Mungkin tidak sakit,” katanya.

Aku mengiyakan.
Dan ternyataaaaaaa……….… sama saja sakitnya……whuaaaaa………( nangis bombay …..)
Kenapa ya kok sakiiiiiit terus ? hiks………..
dan, kenapa juga ya aku kok percaya terus???
( hedeh…hedeh…..otakku sudah error kayaknya….gampang banget percaya….hiks…)

Ketika aku suntik neurobion di klinik 24 jam dekat rumah, dokternya baik sekali.
“Ini saya suntik pelan-pelan ya, biar tidak sakit,” katanya.
Ya ampuuunnn……. justru karena disuntik pelan2, aku jadi harus menahan rasa sakit dalam waktu yang cukup lama.
Padahal biasanya kalau disuntik dengan kecepatan normal, sakitnya tidak seberapa.
Pegalnya juga hanya sedikit dan sebentar.

Lalu dokter menasehati: “Lain kali jangan malam2 ya suntiknya, nanti tidak bisa tidur.”
Tapi kok malam itu jam 10 tetap saja ngantuk berat ….
Kok nggak ngaruh ya?

Biarpun sudah minum obat yang disebut “pil ajaib” saking hebatnya, tetap saja nggak ngaruh.
Tetap ngantuk, padahal pak dokter bangga sekali dengan obat ramuannya yang harganya lumayan mahal itu
“Coba minum 2x sehari. Tapi minumnya pagi dan sore. Jangan malam,” .
Aku menurut.
Tetap nggak ada bedanya tuh.
“Ya, memang ibu perlu banyak tidur, istirahat,” begitu kata pak dokter akhirnya……
Mungkin ini efek dari sesi melek ku beberapa waktu yang lalu yaaaa…………… hehehee…..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

One response »

  1. Evi says:

    Bagus dong Bun, gampang tidur. Bangun2 esok pagi kan jadi segar. Bun sakit disuntik itu sama gak dengan disuntik biasa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s