Mau kaya? Juallah obat.
Masa’ siiiihh……..???
Sebetulnya………………. aku juga gak tau sih berapa untungnya orang jualan obat.
Tapi kalo menilik banyaknya apotik yang beterbaran di sekeliling kompleks perumahanku,
ya aku mengambil kesimpulan sendiri bahwa itu adalah bisnis yang menguntungkan.
Dalam jarak beberapa ratus meter saja terdapat 3 apotik, dua di antaranya saling berseberangan.
Yang satunya lagi hanya beda beberapa rumah kedepan.

Kalau mau, sedikit lebih jauh menyusuri jalan utama di luar kompleks perumahan ini,
maka di kiri dan kanan jalan yang panjangnya beberapa kilometer itu kita juga akan melihat sejumlah apotik.
Kayaknya hanya usaha restoran dan laundry saja yang mengungguli keberadaan apotik ini.

Kalau malas ke luar rumah, obat juga dapat dipesan melalui telepon dan dikirim sampai tujuan.
Apotik yang buka 24 jam juga ada.
Harga obat tidak selalu sama.
Dan anehnya, banyak juga yang lebih tinggi dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditentukan pemerintah.
Tapi apotik bukan pasar yang barang dagangannya bisa ditawar-tawar,
dan biasanya konsumen – biarpun terkadang sambil ngomel- tetap membayar sesuai dengan jumlah yang ditentukan. . .

Meskipun di sekitar rumah banyak apotik betebaran, tetapi tak satupun yang menjual obat kanker.
Memang obat ini konsumennya terbatas sehingga hanya apotik tertentu yang menjualnya.
Kalau ingin membeli obat kanker dengan harga miring,
sebaiknya ke Yayasan Kanker Indonesia di Jl. Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, telepon dahulu (021- 3192 7464) untuk mengecek ketersediaannya.

Seperti yang sudah pernah aku ceritakan sebelumnya,
setiap bulan aku menjalani suntikan Zoladex.
Aku pernah diiming-imingi oleh si Fulan, seorang salesman dari produsen obat tsb yang pertama kali menyapaku ketika aku membeli obat di YKI.
Ia menjanjikan bahwa setelah membeli 3 dus yang masing-masing berisi 1 botol cairan 3.6 ml, maka aku akan mendapatkan gratis 1 dus.
Ternyata……………… janji itu palsu.

“Oh, dia itu bermasalah, mbak. Sudah dipecat dari kantornya,” kata seorang mbak di YKI ketika aku mengadukan soal si Fulan itu.
Awal bulan ini aku menghubungi produsen obat tsb.
dan mendapatkan referensi nama salesman lain, eh, salesgirl, eh medical representative (ini istilah kerennya).
Singkat cerita, si mbak itu lalu menghubungi aku.
Harga obat yang ditawarkan adalah Rp 4.285.000, sedangkan harga YKI adalah Rp 3.946.700.
Masih aja mahal yach… Sigh.
Waktu aku menanyakan apakah ada program bonus, ia mengiyakan.
“Beli dua gratis satu,” katanya.
Hah??!!!
Aku hampir tak percaya.
Bener gak nih…..????
Kok rasanya “too good to be true”.

Setelah berkonsultasi dengan pak dokter,
akhirnya aku sepakat untuk membeli 2 dus sekaligus agar mendapakan 1 bonus gratis.
Aku bertanya apakah obat bisa diantar ke rumah, dan si mbak menyanggupinya.

Pada hari yang ditentukan…….ada orang yang kletek kletek di pagar rumahku.
Kirain si mbak yang datang.
Ternyata mas-mas yang naik motor dengan banyak bawaan.
Ia menyerahkan obat dan bon.
Aku lihat bonnya dikeluarkan oleh apotik yang letaknya tidak jauh dari rumahku, tapi di luar kompleks.

Sampai sekarang, aku masih belum paham, bagaimana sih liku-liku penjualan obat itu.
Bagaimana bisa beli 2 gratis 1?
Dengan perhitungan 1 bonus gratis, maka harga obat itu menjadi jauh lebih rendah.
Nah, berapa sebetulnya untung dari penjualan obat?
Entahlah (sirik mode: ON)

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

4 responses »

  1. applausr says:

    betul nih… kalau obat obat seperti kanker itu memang mahal jadi mungkin bisa dimain mainkan seperti itu ya… anyway mahal banget tuh obatnya…

  2. mama hilsya says:

    iya bunda.. rasanya mereka jadi cenderung mematok harga selangit dan konsumen tidak bisa berkutik karena merasa butuh..
    solusinya kita harus pinter cari alternatif yang lebih murah dan yang penting obat asli

  3. niqué says:

    hihihi tidak sendirian rupanya saya memperhatikan hal ini
    apalagi akhirnya ngikutin rekomendasi seorang dokter, saya jadi tahu nama apotik yang harganya miring sampai mo tumbang 😀 dan obatnya memang asli.
    terakhir ini, mo nebus di apotik rumkit sekitar 400rb lebih, eh ke apotik itu cuma 300ribuan …wew njomplang ya bun 😀

    nah itu bisa dapat bonus bun 😀 mayan banget ya hehehe

  4. LJ says:

    ya gitu deh Mam… aku juga suka bingung dengan harga2 yang ajaib.

    yang penting dalam mengonsumsi obat mamih selalu konsutasi dulu dengan dokter..
    ocey Maamm…

    luv.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s