Aku binguuuuuuuung……………
Ke mana aku harus pergi……………..?
Siapa yang harus aku temui………….?
Kebingungan memenuhi kepalaku yang pusing memikirkan kaki kiriku yang semakin sakit.
Makin parah dan cukup menjengkelkan……….

Gaya berjalanku sekarang seperti nenek-nenek yang kakinya keseleo karena main bola.
Sudah jalannya pelan, terpincang-pincang pula.
Tak dapat berjalan cepat, apalagi berlari.
Padahal seringkali aku perlu segera mencapai tempat tujuan, misalnya kalau ingin buang air,
atau kalau akan antre di kasir supermarket pada akhir pekan yang sibuk.

Dan bagaimana aku akan melarikan diri kalau terjadi gempa?
Kalau ada meja, aku tak akan lari keluar tapi cukup meringkuk di bawahnya.
Itu juga harus pelan-pelan karena kalau kaki ditekuk sembarangan bakal sakiiiiit rasanya.

Sebetulnya aku sudah pernah ke dokter umum di klinik 24 jam dekat rumah pada akhir bulan Juli.
Setelah mendengarkan keluhanku, dokter berkesimpulan bahwa kakiku terserang nyeri sendi.
Dan aku gembira karena sakitnya ternyata bukan karena kanker.
Kesimpulan itu sebetulnya patut diragukan.

Lha, mana mungkin dokter itu dapat menyimpulkan kalau itu disebabkan oleh sel-sel kanker yang bercokol di beberapa bagian tulangku?
Ya, tak mungkin……. Karena aku tidak memberitahunya……….hehehe….

Setelah sekian lama kakiku tambah sakit saja rasanya.
Bahkan sekarang, kakiku ini sering tanpa rasa……….
yang mengakibatkan bertambah sulit untuk digerakkan.
Dokterku bilang bahwa kankerku memang sudah mengenai syaraf syaraf di kaki kiriku juga,
makanya seringkali merasakan sakit bahkan bisa juga kehilangan rasa sama sekali.
Tapi aku masih berusaha mengingkarinya.
Mungkin saja ini karena aku melakukan gerakan yang salah sewaktu olah raga…….
( lagi lagi denial………)

Gimana nggak bingung?
Tiba-tiba saja aku dihujani dengan sedemikian banyak saran dan pendapat.

C o c o k
Sebelum ke dokter, sebaiknya memang kita bertanya dulu ke kiri dan ke kanan.
Bukankan ada peribahasa “malu bertanya sesat di jalan”?
Tapi terlalu banyak saran akhirnya malah membuat bingung…………
Apalagi kalau saran itu diberikan oleh orang yang tak betul-betul mengerti kondisi kita.
Apalagi kalau pertanyaan kita tidak jelas.
Aku juga percaya bahwa dokter itu “cocok-cocokan” dalam arti bahwa dokter ini mungkin cocok untuk si A,
tetapi tidak cocok untuk si B.
Atau sebaliknya,  A cocok dengan dokter itu, tetapi si B tidak.

Dalam berobat, kita harus yakin dan mantap dengan dokter, atau tabib, atau sinshe, dukun juga boleh……
( mau ngapain sih sebenarnya ……. ??? kok pake ke dukun segala? hahahaaaa….. )
Setelah kunjungan pertama, ke dua atau ke sekian, kalau kita tidak yakin atau tidak merasa nyaman karena satu dan lain hal,
tak ada salahnya jika kita pindah ke dokter lain.

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

6 responses »

  1. applausr says:

    senang masih bisa membaca tulisan bunda yang seperti ini.. tetap semangat ya..

  2. semangat terus ya bun 🙂

  3. monda says:

    semangat ya mamih…..

  4. Tetap semangat ya Bunda.. Semoga ketemu dokter yang cocok yang gak bikin bingung lagi.

  5. Pakde Cholik says:

    Bagaimana jika mencoba berobat ke Yayasan Patria Mitra Medika Cisaat-Sukabumi. Saya dulu nyaris lumpuh lalu berobat di sana. Alhamdulillah setelah 3 bulan sembuh mbak.
    Di sana ada tempat bermalam juga, satu kamar untuk satu keluarga, ada dua bed.
    Salam hangat dari Surabaya

  6. Evi says:

    Aku bersama Bunda 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s