“Selama ini kamu suka cium bau aneh, nggak.?” aku bertanya pada seorang teman.
“Bau apaan? “
“Bau nggak enak, pokoknya bau bauan yang merasuk sukma, yang membuatmu terangsang”
“Nggak ada bau apa apa tuh?”
“Bener nggak bau?”
“Nggak. Emangnya kenapa?. Kok pake terangsang segala?”
“Iya, terangsang mau muntah……….hahahaaa..”
“Aku sudah satu setengah bulan nggak mandi.”
“Hahahaa… Gila, yang beneeer?”

Beneeeeeeeeerrr……………
Ngaku, sudah lama aku nggak mandi beneran………..
Selama ini aku hanya mandi mandian saja.

Soalnya aku sedang menjalani radioterapi…. (bukan terapi sambil dengerin radio, lho).
Sebelum terapi, bagian badanku digambari dengan garis lurus, lengkung, plus, minus untuk menandai daerah yang akan diradiasi atau disinar (bukan dengan sinar bulan purnama lho yaaa………),
melalui mesin radiasi (namanya bukan radiator………).
Tanda yang dibuat dengan spidol warna putih itu tidak boleh hilang.
Jadi kalau sedang mandi, aku harus berhati-hati menjaga supaya gambarnya nggak luntur.

Terapi pertama dimulai awal Juli di RSCM dan dilakukan selama 16x, setiap hari kerja.
Oh ya, pernah juga radiasi dilakukan pada hari libur di awal Agustus karena ternyata petugasnya tetap bekerja seperti biasa.

Kemarin, radioterapi sudah tuntas.. tas…tas..
Pada awalnya, aku sempet merasa stres memikirkan bagaimana harus bolak-balik dari rumah ke RSCM lalu kembali ke rumah lagi.
Pasti repot sekali, karena jauuuuhhh, macet, dan capek  pastinya……..

Tapi setelah dijalani, ternyata kok nggak terasa lho….
Mula-mula aku pergi sendirian, tak ada keluarga yang mengantar,
lalu sempat juga diantar kawan, meskipun pada akhirnya aku lebih sering pergi sendiri.

Mulai dari resepsionis dan kasirnya ramah ramah,
sebagian besar petugas pelaksana radiasi juga melayani dengan empati.

Senangnyaaaaaaaaa… radioterapi sudah selesai…. dan aku pun bebas mandi.
( pengen nyebur gubyarr gebyurrr yurrrrr…….. )

“Iih nggak kebayang, satu setengah bulan nggak mandi,” temanku bilang.
“Pantesan aku mau pingsan, hahaahaha…….” katanya becanda.
“Dokternya pasti pakai masker ya? Supaya nggak kebauan?” sambungnya lagi.
“Atau malah keburu pingsan duluan………” terus saja dia meledekku.

Memang ada petugas yang suka memakai masker,
yaitu petugas kebersihan yang sangat rajin membersihkan lantai beberapa kali sehari sehingga lantai RS selalu bersih dan mengkilat.

Dokter, suster dan para petugas lain di bagian Radioterapi nggak ada yang pake masker.
Mereka juga nggak pernah mengeluh tentang pasien yang bau..Kenapa ya?
Apakah indra penciuman mereka terganggu?
( atau sudah teradaptasi dengan baik menyambut “harum semerbak” para pasien……hahahaaa)

Aku rasa, bukan itu sebabnya.
Pasti ada keajaiban yang membuat, para pasien yang lama tidak mandi, tidak mengeluarkan bau.
Oh, terima kasih Tuhan… Terima kasih..
Tak terbayangkan bagaimana jadinya kalau tak ada keajaiban itu.
Di mana pun kita berada, bisa terjadi kekacauan karena banyak orang pingsan karena kebauan….hahahaaaa………..

Menjelang berakhirnya radioterapi, aku punya rencana untuk merayakannya sendiri.
Nanti setelah selesai, aku mau makan enak ekstra di kafetaria RS (meskipun aku juga membawa sedikit bekal makan dari rumah).
Radiasi ini sebetulnya sangat singkat.
Kalau beruntung, nggak sampai 1 jam, semuanya beres.
Tapi kalau lagi apes, bisa berjam-jam.
( karena antrean yang membludag…seperti midnight sale di mall mall mewah itu)

Di hari terakhir itu aku datang lebih awal karena selain radiasi, aku juga harus konsultasi dengan dokter.
Jam 10:30 aku sudah tiba di sana.
Ternyata aku kurang beruntung.
Jam 15:30 barulah semuanya selesai.
Sebelumnya aku memang sudah menghabiskan bekal makan siang,
tapi porsinya tak seberapa karena diam-diam memang punya niatan makan enak untuk merayakan peristiwa yang menggembirakan itu…

Aku pun bergegas ke kafetaria.
Eeeh, ternyata makanan sudah habis.
Tinggal minuman, es campur dan berbagai jus.
Aduh kecewa berat nih.
Ya sudah, aku beli jus jambu saja deh……
(no choice at all…….)

Setelah itu aku masih sempat membeli 2 bungkus kecil kacang bawang goreng yang berada dalam toples di meja.
Lumayanlah………….

Di warung tenda di halaman RSCM juga banyak dijual makanan dan minuman.
Tapi kurang berminat makan di sana.
Aku pernah beli jus kacang hijau di sebuah warung seharga Rp 5.000.
Tidak mahal.
Tapi di warung lain, harga barang dagangannya mahal sekali.
Di kafetaria, harga jus agak mahal sedikit dari pada di warung.
Jusnya Rp 8.000 sedangkan kacang goreng Rp 3.500 per bungkus.

Dalam perjalanan meninggalkan RSCM, aku ingin minum jus jambu.
Pasti nikmat sekali rasanya.
Mana ya… aku cari-cari nggak ada…
Oooh … rupanya tertinggal di kafetaria…

Naas benar…. hiks hiks
Tapi aku bersyukur, coba kalo dompet atau hape yang tertinggal, kan lebih berabe…
Syukur juga sempat beli kacang goreng…
yang aku habiskan semuanya sekaligus dalam perjalanan.
Hehhee…. Biarin dibilang rakus …hahahaaa…………

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

3 responses »

  1. Maggie says:

    Hello. I am guessing you are possibly in India? Do you also write in English? I am so interested in knowing more about your story. Oh, and thank you for following my blog, Brainstorms.

  2. chocoVanilla says:

    Owh, syukurlah dah selesai Bundoo. Andai ada aku di sisi Bundoo pastii aku temani makan enak. Kan aku hobi makan enak, Bundoo 😛

  3. applausr says:

    syukur akhirnya tuntas juga proses itu.. dulu pernah lihat teman digambar gambar begitu juga… tetap berjuang bunda…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s