“Bagaimana rasanya setelah melakukan beberapa terapi?” begitu pertanyaan Mas perawat,
sebelum menusukkan jarum infus ke lenganku.

“Apa suka lemes?” sambungnya.

Sebetulnya sih nggak suka bangeeett……
(siapa yang suka, boleh tunjuk tangan…..hehehe…)
Kalo boleh milih, tentu aku suka kuat, energik.
Tapi apa boleh buat…. suka nggak suka… kenyataannya begitu.
Kondisiku sudah tidak seperti dulu lagi.
Gampang capek.

Pertanyaan Mas itu diajukan akhir september 2012 ketika aku menjalani infus Zometa untuk menguatkan tulang.
Infus sempat dihentikan, tetapi sekarang dilanjutkan kembali.

Selain lemas, hampir tak ada perubahan.
Rasanya biasa-biasa saja.
Eh, sebetulnya ada rasa sakit juga di bagian dada kiri sejak akhir September, tetapi itu on and off .
Kadang muncul, kadang hilang.
Ketika aku berkonsultasi dengan dokter di RSCM pada awal Oktober, ia mengatakan agar aku jangan terlalu khawatir.
Mungkin rasa sakit seperti itu merupakan hal biasa.

Maka pada hari Selasa kemarin aku tiba lagi di RSCM menjelang pukul 11 siang.
Anyway…. Klinik Teratai cukup ramai.
Ruangannya kecil padahal pasiennya banyak.
Waktu aku datang, di ruang tunggu hanya ada 2 bangku yang kosong.
Untung ya, masih ada….
Di sebelah kiriku sempat duduk seorang ibu yang keringatnya agak bau menyengat (untung ya hanya ‘agak’, coba kalau ‘sangat’, wah bisa2 aku mabok…)

Setelah menunggu selama 2 jam, barulah aku mendapat giliran.
Memang menunggu itu paling menjengkelkan.
Tapi aku sudah mengantisipasinya, siap dengan buku “Mind Power” karangan John Kehoe.
Baru membaca beberapa halaman , kok malah ngantuk yaaaa………hehehee……..

Kenapa ya, kalau ke dokter harus menunggu berjam-jam…….????
Waktu aku menemani teman berobat ke RS Pondok Indah, kita bahkan menunggu 3 jam.

Meskipun lama menunggu, aku nggak nyesel ke sana.
Secara umum, pelayanan di Klinik itu baik.
Dokternya juga baik, ramah.
Biaya relatif murah: Rp 100.000 untuk konsultasi dan Rp 20.000 untuk administrasi,
sedangkan di RSPI biaya konsultasi Rp 250.000 dan administrasinya Rp 75.000.

Setelah memeriksa kondisiku, dokter menduga bahwa rasa sakit itu datangnya dari tulang iga yang tampaknya dicokoli sel-sel kanker.
Hedeh…hedeh…….weleh…welehh…. beugh….beugh……..
Ia menganjurkan agar aku menjalani radiasi, yang juga disebut radiotherapy.
Waktu aku cerita ke seorang teman bahwa aku perlu radioteraphy, dia bertanya, seperti apa terapinya?
“Apa pake musik?”
Ha..ha..ha…. betul, sambil dengerin radio, disinari dengan cahaya mentari pagi yang hangat….
dan, disediakan minuman jus yang suegerr…… heheheee……..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

3 responses »

  1. Denia says:

    Semangaaattt teruss yaahhh!!!! big hugs for youuu 🙂

  2. niqué says:

    bener2 perjuangan ya bun …
    gak isa mbayangin rasanya hiks …

    tak doaken bunda kuat selalu yaaa

  3. applausr says:

    teraphy terus ya…. yang kuat ya Bunda.. maju terus… tidak boleh menyerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s