Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.
Bukan, ini bukan ingin mengulang ulang peribahasa yang  kita dapatkan sewaktu belajar di SD dulu…..
Tapi….aku mau cerita tentang tetek bengek prosedur ct scan ( kenapa mesti pake bengek segala yaaa………hehehee..)
Aturan rumah sakit mengenai prosedur CT scan berbeda-beda.
Sebelum memutuskan ke mana aku akan CT scan kali ini,
aku menelepon dulu beberapa rumah sakit untuk menanyakan prosedur dan biayanya.

Sebelumnya aku sudah pernah melakukannya di RSCM dan RS Dharmais.
Kemarin aku menelepon RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Eka Hospital di Serpong, RSIB di Bintaro, dan RS Pusat Pertamina.
Petugas bagian radiology di RS MKKG dan Eka ramah. Di RSIB dan RSPP kurang ramah.
RSIB segera aku coret meskipun lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggalku.

Secara umum, aku mendapat informasi bahwa sebelum melakukan CT scan, pasien harus puasa dahulu.
Obat kemudian akan disuntikkan melalui urat nadi dan diminum serta dimasukkan melalui dubur.
Tetapi RSPP berbeda.
“Makan yang lembek-lembek. Malam hari jam 8, minum Dulcolax 4 tablet.
Subuh masukkan Dulcolax (yang berbentuk seperti peluru) ke dalam anus.
Setelah itu puasa dan jam 8 datang untuk CT scan,” kata bapak petugas di bagian radiologi.
“Datang saja kemari untuk mengambil petunjuk tertulis mengenai persiapan CT scan sekalian mengambil Dulcolax.
Maaf, saya ini sedang sibuk,” kata si Bapak yang rupanya juga harus melayani banyak orang.

Hari Kamis, aku mendapat giliran CT scan jam 13:00.
Aku perlu CT scan pada bagian thoraks (dada), abdomen (perut) dan pelvis (panggul).
Untuk itu, syaratnya adalah fungsi ginjal harus bagus.
Pemeriksaan untuk fungsi ginjal ini dapat dilakukan di setiap laboratorium.
Tapi aku memilih melakukannya sekalian di RSCM.
Oh ya, dokter juga menyuruhku menjalani pemeriksaan X-ray untuk bilateral humeri (tulang lengan atas kiri dan kanan) serta femur (tulang paha).

Si Mbak menyuruhku datang jam 12 siang untuk diambil darahnya terlebih dahulu agar fungsi ginjal dapat diketahui.
Hasil dapat diambil satu jam kemudian.
Pemeriksaan X-ray akan dilakukan sambil menunggu hasil tes darah.
Daripada terlambat, aku datang lebih pagi.
Lebih cepat lebih baik.
Aku datang sebelum jam 11 siang.
Tes darah dilakukan jam 11:15.
Kemudian aku menjalani X-ray.
Jam 12 siang lewat hasil tes darah sudah keluar dan fungsi ginjalku bagus.
Tinggal menunggu CT scan saja.
Aku menunggu hampir 1 jam.
Ternyata perhitungan di Mbak itu betul, kalau tidak mau lama menunggu, aku datang saja jam 12:00.

Harus diakui, soal waktu, RSCM bagus. Melesetnya tidak banyak.
Aku masuk ke ruangan CT scan jam 13 lewat sedikit. Dan tepat 1 jam kemudian sudah selesai.
Menurutku, ini sangat efisien, dan sangat cepat dibandingkan dengan pengalamanku selama ini.
Tetapi ada hal yang sangat aneh menurutku.
Setelah aku diambil darahnya, si Mbak menyuruhku minum air sebanyak-banyaknya tetapi tidak boleh ke toilet.
“Supaya kandung kemihnya penuh,” katanya.
Kalo penuh emang kenapa?
“Supaya hasilnya bagus,” katanya lagi.
Wah, mana bisa nahan2 kencing? Aku hanya minum air 1 botol Aqua sedang.
Jam 12:45, aku tanya Mbak yang lain apakah boleh ke toilet.
“Kalau terpaksa, boleh, tetapi jangan dihabiskan dan setelah itu minum lagi,” katanya.
Karena masih bisa menahannya, aku tidak ke toilet.

Begitu memasuki ruangan untuk CT scan, suster menyuruhku berbaring di meja besi di depan mesin CT scan lalu menusukkan jarum ke lenganku.
Tusukan pertama gagal. Untung yang kedua berhasil.
Tetapi obat tidak langsung dimasukkan. Justru yang pertama kali dimasukkan adalah obat melalui dubur.
Aku rasa itu obat pencahar seperti Dulcolax karena begitu obat dimasukkan, perut terasa mulas.
“Tahan, jangan kentut, jangan mengejan,” kata suster.
( walah…siapa juga yang mau mengejan….hahaha….)

Setelah itu barulah proses CT scan berjalan.
Kemudian aku disuruh minum obat satu gelas dan masuk ke mesin lagi.
Selanjutnya obat dimasukkan melalui jarum yang menancap di urat nadi lenganku sebelum tubuhku dimasukkan lagi ke dalam mesin.
Akhirnya, sekitar jam 14:00 selesai sudah semuanya.

Sebelum pulang, aku mampir ke kafetaria membeli nasi soto.
Kalau lagi lapar, biasanya semua makanan terasa enak.
Tapi kali ini yang terasa enak kok cuma krupuknya ya???
Nasinya terlalu lembek. Padahal harganya Rp 25.000, jauh lebih mahal dari semangkok Soto Kudus Blok M yang nikmat itu…
( heheeee….complain melulu ya aku ini, kalau soal makanan….dasar rakus hehee….)

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

2 responses »

  1. Orin says:

    Walaaaahhh…mahal bener sotonya…eh kerupuknya smp 25 ribu Bun hihihihi.
    Hasilnya CT scan-nya baik kan Bun?

  2. applausr says:

    oh gitu toh prosedur ct scan itu, baru tahu.. RSCM memang the best nih kelihatannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s