Perabotan di ruangannya terbuat dari kayu berwarna hitam bergaya Betawi.
Ada seperangkat kursi lenong dengan sandaran melengkung lengkap dengan meja bulat.
Ada juga beberapa bangku panjang dan kursi-kursi pendek yang dikenal dengan nama kursi bemo.
Tempat duduk itu diatur sedemikian rupa,
sehingga pengunjung dapat berinteraksi satu sama lain dengan nyaman.

Kaktus mungil menghiasi meja yang befungsi sebagai penyekat dan beberapa pot tanaman berdaun hijau segar.
Tirai air yang cantik terlihat di samping wastafel bernuansa alam,
yang dilengkapi dengan sabun cair dan kertas tisue untuk melap tangan..

Tempat apakah itu gerangan?
Lagi pula , judulnya not a belly dancer? tiba2 kok membahas kursi segala…???
Sabaaarr………lanjutkan saja dulu membacanya yaaa……….

Ini bukanlah kafe meskipun Bakoel Koffie, cofee shop yang lagi naik daun di Jakarta ini,
menggunakan kursi bemo di beberapa gerainya,
termasuk di Pondok Indah Mal, Kemang dan Kota.

Ini adalah ruang tunggu utama Departemen Radioterapi RSCM Jakarta,
yang dikepalai oleh Prof. S. Gondhowiardjo, MD, PhD,
Pada dinding di samping pintu masuk, tertulis layanan yang tersedia: “umum, layanan utama dan red carpet service.”

Radioterapi adalah penggunaan sinar pengion dalam upaya mengobati penderita kanker.
Prinsip radioterapi adalah mematikan sel kanker dengan memberikan dosis terukur pada target yang dituju dengan menekan seminimal mungkin efek radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.

Apakah sinar pengion itu? Waduh, apa ya? (Lagi males nanya ke mbah Google nih).
Aku nggak tau.. soalnya informasi di atas aku kutip dari brosur RSCM.
Pokoknya itu sinar yang ampuh deh, lebih hebat dari sinar X atau sinar Y atau sinar Z….
Sudah genap tiga minggu aku keluar masuk RSCM untuk radioterapi.
Tidak di bagian “red carpet service”, tapi di layanan umum.

Sebelum radiasi, ada yang namanya simulasi.
Proses simulasi dilakukan di ruangan tersendiri.
Pasien disuruh berbaring di atas meja besi, lalu badan digambari.
( Jangan bayangkan seperti body painting berwarna-warni dengan motif bunga, burung, hati yang tertusuk panah asamara lho yaa…... )
Di sini, bagian yang akan diradiasi diberi tanda, garis lurus, garis silang, bidang segi empat.

Maka ketika tanda radiasi terlihat agak pudar,
aku bertanya kepada petugas apakah aku bisa menebalkannya dengan menggunakan spidol permanen warna hitam yang selama ini aku bawa?
( Ternyata spidolku tidak laku……..heheheee………)
Mbak petugas sendiri yang menebalkannya dengan spidol khusus milik RS.
Ia juga melarangku melakukannya sendiri karena takut kalau garisnya melenceng.

Selama radioterapi tanda itu harus dijaga agar tidak hilang.
Repot sekali……………….
Aku harus berhati-hati kalau mandi karena tanda yang berwarna putih seperti kapur itu bisa hilang kalau diguyur air.

Tidak seperti kemoterapi, kebanyakan pasien radioterapi tidak mengalami rambut rontok dan jarang yang mual-mual atau lemas.
Tapi ada juga yang menderita gangguan pada kulit atau efek lain.

Aku sendiri juga mengalami sedikitnya 3 efek sampingan:
1. pusing dan jantung berdebar-debar, dag-dig-dug
2. lemas karena kelamaan menunggu
3. capek karena RSCM jauh dari rumah dan setelah radiasi harus pulang menembus kemacetan……….

Tapi yang sangat membuatku menderita adalah ketika harus berbaring telentang di meja pada mesin radioterapi.
Dada kiriku sakit sekali.
Setelah minum painkiller, biasanya aku terbebas dari rasa sakit.
Tetapi tetap harus berhati-hati dalam melakukan gerakan tertentu,
seperti telentang, membungkukkan badan atau meliukkan tubuh.
Seandainya aku ini penari hip hop atau belly dancer… wah… nggak tau deh gimana jadinya…………hehehee

Selama radiasi aku membawa bantal tambahan dari rumah  untuk mengganjal leher dan punggung agar posisi lebih enak.
Lumayan…

Aku bisa berbaring telentang dengan nyaman selama 1 atau 2 menit,
tapi setelah itu, aduh.. mak… rasa sakit mulai menyerang.
Untuk mengatasinya aku berpegang pada peribahasa yang diajarkan bu guru bahasa Indonesia ketika aku SMP:
“Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian,
bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

InsyaAllah………..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

5 responses »

  1. Semoga Bunda sehat ya, Bund…
    Aamiin…..

  2. Mechta says:

    waah.. pelayanannya ada macam2 tohh… saya juga dr bag radiologi kemarin Bun, hanya utk ronsen & usg saja… itupun nunggu lamaaa, maklum jalur umum juga, hehe… Bunda, semoga dg adanya banjir ini, terapi Bunda tdk terkendala ya… tetap semangat, Bunda…

  3. monda says:

    mamih itu tau aja ya kursi lenong kursi bemo. aku suka perabot itu, di rumah ada…
    he..he..sama2 bahas kursi…

  4. applausr says:

    ternyata harus pake spidol khusus toh.. kirain pake apa saja bisa… hehehe.. semoga semuanya lancar lancar ya Bunda…

  5. LJ says:

    pagi Mamih sayang…!
    tiru Inon aja Mam.. gak usah mandi, biar tanda di tubuh mami gak ilang keguyur air.. hehhe..

    bukunya udah sampe Mam, Alhamdulillah.
    sekarang lagi dibaca sama mama..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s