Mau apa sekarang??
Setelah hampir 2 tahun berperang melawan kanker, ternyata keadaanku makin memburuk, bukan nya bertambah baik?
Rasanya mau nangis meraung-raung menyesali nasib?
Rasanya mau marah dan menghujat Tuhan yang memberikan cobaan berat ini…………
Rasanya mau bunuh diri karena merasa menderita dan putus asa…………….

Atau sebaliknya…………
Bersyukur karena masih berkesempatan makan ketupat di hari raya Lebaran kemarin sekaligus merayakan ulang tahun di hari besar tersebut.
Bersyukur karena masih bisa menikmati hangatnya sinar mentari (baca: pemanasan global dengan suhu yang semakin meningkat),
kicauan burung di pagi hari (baca: gonggongan anjingku si piksy),
dan gemercik aliran air sungai (baca: kucuran air kran di dapur)…………

Pilih yang mana?
Kalau mau yang gampang, ya marah2 atau menangis atau teriak saja.
Sulit rasanya mengucap syukur sementara jelas2 lagi sakit.
Eh, tapi biar badan sakit, untung lho pikiranku masih sehat….

Menurut teori, begitu kita bangun tidur kita harus mengucap syukur pada Tuhan yang masih memberi kita kesempatan untuk menikmati hari yang baru.
Memang teori biasanya lebih mudah daripada praktik.
It is easier to say than to do.

Setiap malam aku selalu terbangun karena badan pegal akibat berada dalam posisi yang sama (baca: telentang) selama berjam-jam.
Ini karena aku kesulitan menggerakkan badan ke kiri dan ke kanan.
Begitu terjaga, aku tidak selalu dapat dengan mudah tidur kembali.
Kalau orang lain bangun tidur badan segar, nah, yang sering terjadi padaku ini sebaliknya.
Dalam keadaan seperti itu, lebih gampang mengeluh daripada bersyukur. Ya gak sih…….???

Tak jarang aku mengalami pergumulan batin.
Tapi syukurlah, pikiran yang sehat membantu menentukan pilihan yang positif.
Rasa sedih, marah dan putus asa justru akan membuatku semakin terpuruk.
Sebaliknya, rasa syukur membawa rasa damai, tenang dan pasrah dalam menjalani hidup ini.

Banyak orang yang mengatakan bahwa ketika kita senang, kita sering melupakan Tuhan dan baru pada saat kita susah, kita ingat Tuhan.
Benar juga yaaa….heheheee……..
Dalam kondisi seperti ini aku merasa lebih dekat dengan Tuhan.

 

 

 

 

Ya Allah, Ya Rabb Yang Maha Segalanya.
bantulah aku agar aku dapat memiliki sikap yang baik,
positif, penuh harap, gembira, dan bijaksana pada saat ini.
Tingkatkan semangatku dan segarkanlah aku dengan nikmatMU.
Semoga kegembiraan berkembang di dalam hatiku pada saat ini,
secara berlimpah sehingga ia mengalir juga kepada orang lain
yang melihatku.

Ya Rabb, KAU lah Yang Maha Terpuji
Aku memuji namaMU dan memuliakanMU
sebagai penopang kepalaku pada saat aku lemah.
KAU adalah Allah, Zat yang kekal,
yang telah memberiku hidup yang sangat indah.

Hanya padaMU aku bersyukur, bersujud dan berharap dalam doaku.
Aamiin ya Robbal alaamiin…….

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

9 responses »

  1. applausr says:

    sudah dua tahun…. dan saya rasa dengan bersyukur terus seperti bunda, Tuhan akan memberikan yang terbaik buat dirimu…

  2. Sofyan says:

    AMIN…Sakit adalah ujian yang paling tidak mengenakkan buat semuanya Bun, tapi Allah memberikan kemuliaan didalam ujian sakit, pengampunan dosa bagi yang ikhlas dan tawakkal pada_Nya 🙂

    Semoga Allah selalu membimbing Bunda dan memberikan yang terbaik Bunda # Amin

  3. niken says:

    Aamiin… Mendoakan banyak kebaikan untuk bunda Lily.
    Dalam kesedihan bunda masih semangat berbagi melalui tulisan2… Semoga menjadi ladang amal buat bunda.

  4. Yati Rachmat says:

    Bu Lily, ini tentang bu Lily sendiri atau hanya sebuah postingan belaka? Ketika kita bangun tidur di pagi dini hari, biasakanlah untuk tidak turun segera dari tempat tidur. Beristighfar-lah beberapa kali sebelum kaki kita dijejakkan ke lantai. Disinilah kita akan merasakan rasa syukur yang amat dalam bahwa dini hari ini kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara segar milikNya.

    Salam kangen dari Pamulang.

  5. fitrimelinda says:

    tetep semangat bunda..

  6. Pakde Cholik says:

    Amin
    Kami mendoakan semoga Allah Swt senantiasa memberikan hal terbaik baik mbak
    Salam hangat dari Surabaya

  7. Evi says:

    Amin. Bun kata orang hidup itu pilihan. Bahkan tak memilihpun kita telah memilih. Disamping kondisi kesehatan tulang-tulang, bunda punya pikiran yang sehat, yang bisa dibawa bersyukur dan selalu melihat ke arah positif. Jadi tepuk tangan untuk bunda yg memutuskan melihat sisi postifnya sekalipun deraan rasa sakit selalu menarik-narik ke arah negatif. Insya Allah Bunda selalu memilih untuk bahagia ya disamping sedih karena kanker busuk itu. Amin 🙂

  8. LJ says:

    aamiin.. lahawla wala quwwata illa billah, Mam..
    tiada daya upaya kecuali karena Allah saja.

  9. ka kak says:

    Cayyoooo……….!!!!!!! Siapa dulu kk nya…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s