Time flies, begitu katanya.
Time = waktu, fly / flies = terbang, tapi bisa juga berarti lalat.
Terjemahan bebasnya: waktu terbang cepat bagaikan lalat.
Pokoknya gitu deh, yang penting maksudnya dapat dipahami … ….

Tak terasa sekarang sudah tahun 2013.
Berarti perang melawan kanker sudah berlangsung hampir dua tahun.
Berbagai cara sudah dilakukan untuk menghabisi si kanker busuk.
Usaha keras yang menguras biaya dan tenaga, darah dan air mata, terus dilakukan.

Musuh yang satu ini bandel banget.
( gimana kalau kita jitak aja dia rame rame…. huh)
Ada saja akal bulusnya untuk terus bercokol di teritori yang bukan merupakan haknya.
Ia licik dan licin.
Gerakannya seringkali tak terduga.
Ia pandai sekali mencuri kesempatan saat kita lengah untuk diam-diam menyerang dan menggerogoti.

Pada bulan Februari 2011 sel-sel kanker diketahui tertangkap basah masuk ke tubuhku tanpa permisi.
Rupanya sudah tiga tahun ia bercokol di sana.
Yang jelas, ia sudah menyerang bagian tubuh sebelah kiriku.
karena kondisiku tersebut, aku dikategorikan sebagai stadium II B.

Sebetulnya stadium II masih lumayan.
Setelah keberadaan kanker diketahui, genderang perang segera ditabuh.
Berbagai macam obat obatan medis, obat obatan herbal dan aneka terapi siap dijalankan dengan penuh ketegaran dan semangat juang yang harus selalu tinggi,
jangan sampai semangat ini kendor atau bahkan ikut ikutan keropos seperti tubuh yang disarangi oleh si kanker busuk ini.
Daaan……..Ciaaaattt.…….mulai maju ke medan laga……..

Tapi itu tak cukup.

Hari demi hari berlalu.
Minggu berganti bulan.
Bulan berganti tahun.
Semuanya aman dan terkendali.
Aku pun terlena dalam suasana tenang dan damai…
( walaupun kenyataannya aku masih setiap hari harus berjuang melawan rasa sakitnya……..)

Sebetulnya ini adalah kondisi yang berbahaya karena bahaya kanker itu masih mengintai, hanya saja tak tampak.
Kondisi ini disebut NED atau No Evidence of Disease.
Kanker itu masih ada, tapi tak terdeteksi dan sewaktu-waktu bisa muncul.

Pada bulan September 2012, ketika dada terasa sakit, dokter menyuruhku melakukan bone scan dan ternyata diketahui bahwa kanker menyerang beberapa bagian tulang igaku.

Tetreteretetetetettttt… Terompet berbunyi lagi, kali ini merupakan tanda bahaya.
Perang kedua segera dimulai.

Strategi pertama adalah memperkuat pertahanan agar gawang tidak kebobolan.
Usaha diawali dengan minum obat yang tepat, dilanjutkan dengan infus untuk menguatkan tulang dan suntikan untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
Obat diminum setiap hari sedangkan infus dan suntikan dilakukan setiap bulan.

Keringat bercampur darah sudah banyak mengucur dalam perjuangan ini.
Entah sudah berapa kali –mungkin lebih dari 100x–aku ditusuk-tusuk jarum, dalam pengambilan darah untuk tes lab,
untuk memasukkan obat dalam pemeriksaan CT-scan dan bone scan, dan untuk infus.

Apakah perang sudah selesai? Beluuuummm…………………
Berhubung kanker sudah menyerang seluruh tubuh bagian kiriku, maka aku naik kelas,
kondisiku dikategorikan menjadi stadium IIIB dan penanganannya juga lebih susah.
Memang penyebaran mereka dapat dikontrol dan keganasannya berkurang,
tetapi mereka benar-benar tak tahu diri.
Sudah diusir tapi masih nekad bercokol.

Agar mereka kapok, perlu dilakukan serangan baru melalui radioterapi.
Jangan mengira bahwa terapi ini menggunakan radio yang disetel keras-keras agar sel-sel kanker tidak betah dengan suara bising dan berisik itu.
Pengobatan ini menggunakan sinar atau radiasi yang dipancarkan melalui mesin pada bagian yang terkena kanker (ini bukan mesin radiator lho, seperti yang pernah ditanyakan oleh seorang teman yg suka becanda).

Sinar adalah senjata yang ampuh.
Paling tidak, itulah yang pernah kubaca dalam komik dengan tokoh yang membasmi musuh dengan senjata sinar laser.
James Bond 007 juga punya senjata itu.

Kanker ini sadis dan kejam, membuat banyak orang menderita.
Karena itu ia harus dilawan dengan sekuat tenaga.

Agar sel-sel kanker tahu rasa, maka penyinaran dilakukan berulang kali.
Tak cukup 10 atau 20x tapi 28x.
Sayangnya radiasi ini tidak boleh dirapel atau dilakukan berkali-kali dalam satu hari.
Setiap hari hanya boleh radiasi 1x.
Jadi aku harus bolak-balik ke rumah sakit selama 30 hari kerja untuk menuntaskan terapi ini.

Hari ini aku sudah menyelesaikan radiasi yang ke-28………….assiiiikk……..
Perang melawan kanker merupakan perang seumur hidup yang memerlukan semangat tinggi.
Kadang kala stamina menurun dan perlawanan mengendor bagaikan celana kolor yg kedodoran.
Yach, itu hal yang biasa.
Namanya manusia,  pastilah ada saatnya lelah letih lesu lemah loyo lemot  lemes ………….dan sejuta daftar panjang awalan L….hehehee…….
Kalo celana kolornya terus melorot kan gawat bisa parno…
Karena itulah diperlukan dorongan semangat dari kiri dan kanan, depan dan belakang..
(eh salah, kalo didorong dari depan, jadi mundur dong…)
padahal kita kan harus selalu maju terus pantang mundur.

Untuk semua keluarga, teman, sahabat maya maupun nyata, dokter, radiator, perawat dll.
yang selalu memberi dorongan moral dan moril serta doa, aku ucapkan banyak terima kasih.
Utamanya untuk kedua anakku Nanda dan Nadia yang membuatku berjanji pada diri sendiri untuk tetap terus hidup dan bertahan, dan akhirnya………MENANG melawan si kanker busuk ini …………….

*Edisi melanjutkan perang lagi………..hingga menang,  semoga…………..aaamiiin *
Ya Rabb…berikanlah hambaMU yang lemah ini kekuatan, kesabaran dan ketawakalan dari sisiMU yang KAU ridhoi, aamiin

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

16 responses »

  1. salam kenal bunda….
    semoga bunda sehat selalu amin,terus semangat untuk melawan musuh busuk itu ya bund,aminnnnn

  2. Lyliana Thia says:

    Assalamu’alaikum Bundaaaaaa…..

    maafkan diriku baru online lagi… Buuuun… semangat Bunda adalah inspirasi bagi semua… jangan menyerah Bunda… do’a kami semua bersamamu… Allah pasti menyayangi hamba-Nya yang tawakal… we love u, Bundaaa…

  3. alaika says:

    Bunda sayang… lagi apa nih? Penjajah yang satu ini memang lebih kejam dari penjajah2 lain yang pernah menindas negeri kita ya bund… udah jelek, jahat, licin dan licik pula… ayo bunda sayang, semangat terus yaaa…. ! Doa kami senantiasa menyertaimu… #peluk bunda Lily..

  4. Semangat terus Bunda, Allah bersama selaluu…

    Kami hanya bisa bantu do’a ya Bun, pelukpeluk…

  5. […] kalimat diatas saya kutip dari sebuah artikel berjudul Time Flies yang ditulis oleh seorang wanita yang sedang mengidap penyakit kanker. Wanita perkasa itu, […]

  6. Semangat Bunda. tak peduli hari berlalu cepat dan nikmati kebesaran TUHAN YANG MAHA KUASA, SEMANGAT

  7. Dari Jogja sungguh saya juga berdoa. Semangat ya, Bund. Semoga mendapatkan banyak kemudahan dan kesehatan.

  8. yuniarinukti says:

    Semangat terus Bunda, do’a kami menyertaimu.. 🙂

  9. Yati Rachmat says:

    Bunda Lily sayang, salam s’mangat dari bunda Yati R ya. Baca postingan diatas terasa penulisnya sedang mengarang sebuah fiksi lho, enak dibaca, ada kalanya sedih dan leher rasa tersekat, namun kemudian senyum tersimpul membaca betapa gigihnya bunda menghadapi segala cobaan yang diberikan olehNya melalui si busuk ini. Aku juga sejak 2 tahun yang lalu dinyatakan menderita kista lho, tapi aku cuekin aja. Aku minum kayu manis bubuk plus madu yang diseduh dengan air hangat. Gak pernah ada keluhan memang, tapi minum ramuan itu aku teruskan dan baru berjalan sekitar 6 bulan aja tuh. Yuk, kita sama berjuang dan berdoa. Salam hangat teramat hangat dari Pamulang.

  10. usagi says:

    terus berjuang sayang ku,,
    sampai titik darah penghabisan,,
    dan pemenang,, akan mendapatkan piala nya..
    #pelukkk

  11. Orin says:

    Doa Orin menyertai perjuangan Bunda. chayo Bundaaaa^^

  12. bloggersepuh says:

    Yuk mbak kita kerja bareng
    Mbak terapi dan berdoa
    Kami sebagai Allied Force mendoakan untuk memenangkan perang tersebut.

  13. athikarodhya says:

    semoga secepatnya dunia medis menemukan pengobatan terampuh utk melawan kanker dan meminimalisir penderitaan pasien kanker, aamiin, tetap semangat (^.^)9

  14. semangat terus ya bunda 🙂

  15. applausr says:

    waduh sudah sukses melakukan 28 kali therapi… semoga semangat terus ada tak pernah padam… maju terus bunda…

  16. LJ says:

    pagi mamih sayang..
    ayo semangat, semua kita berjuang di medan perangnya masing2..

    peluk always

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s