Sudah lama tak menulis di blog ini.
Selain karena sedang menyiapkan sebuah buku, juga banyak hal hal dalam kehidupan yang harus ditangani dengan fokus yang lumayan makan waktu dan tenaga.
Tapi sesibuk apapun, obat dan infus tak boleh lupa.
Hari senin kemarin  jam 9 pagi aku harus sudah berada di daerah Menteng untuk menjalani infus Zometa .

“Sudah makan?” tanya pak dokter setelah mengukur tekanan darah.
“Oh, harus makan dulu ya, dok?” tanyaku dengan nada bloon.
“Ya sebaiknya begitu,” jawabnya.
Maka sambil menunggu kedatangan suster aku pun mengunyah coklat renyah pemberian pak dokter.
Enak. (memang asli enak, sudah ongkos infus gratis, dapat coklat pula).
Infus kali ini seperti biasa sedikit tersendat karena urat nadi yang halus sehingga baru pada suntikan kedua jarum infus berhasil ditancapkan.

Selesai infus, pak dokter memberi tumpangan untukku.
Aku turun di jalan Sudirman untuk menuju Plaza Semanggi,
kebetulan beberapa teman mengajakku untuk berkumpul sekedar melepaskan rasa kangen.
Tanganku yang dihiasi dua buah plester penutup bekas suntikan mengundang pertanyaan.
“Kenapa tangannya?”
“Ini baru diinfus,” jawabku.
“Sakit apa?” lanjutnya.
“Kanker.”
“Stadium berapa?” ia bertanya dengan nada prihatin.
“Tiga B”
Ia terdiam sejenak.
“Agamanya apa? Banyak-banyak berdoa ya…. “
“Oh, tentu saja bro and sis. Memang itu perlu,” jawabku sambil berusaha tersenyum semanis mungkin.
Percakapan selesai , end of interview ……….. hehehee………..

Salam

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

5 responses »

  1. chocoVanilla says:

    Waahh, kayaknya para dokter Bundoo ini baik-baik ya? Itu karena Bundoo orang baik dan ramah, sehingga banyak yang suka dan sayang…..(termasuk sayah 😳 )

  2. applausr says:

    wah sudah mau release bukunya nih… sudah baca reviewnya dari mba Alaika..
    semoga tetap semangat… interview yang aneh.. kok ada agamanya saking speechlessnya ya..

  3. tetap semangat itu adalah suntikan dari bunda untuk saya hihihi….
    salam kenal bunda lily 😀

  4. Evi says:

    Ini dia semangat Bunda yg gak tertandingi, pantang menyerah pada keadaan. Jadi satu buku lagi jadi ya Bun? Ckckck..angkat topi tinggi-tinggi..

  5. LJ says:

    #biasanya mamih jawab..”yoi cooyyy..” 😛

    peluk cium selamat pagi wat mamih tersayang.
    mmwwahh..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s