Hihihhihi……judulnya apaan sih? Maksa yaa……..
Biarin deh, sekali kali maksa , intinya sih mau cerita lagi tentang si CT Scan.
( belum bosan khan temans?…..kalau bosan, silakan skip saja……….)
Hari Selasa kemarin, kembali aku menjalani CT Scan.
Pemeriksaan ini rutin dilakukan setiap enam bulan sesuai dengan anjuran pak dokter.
Maksudnya untuk melihat apakah ada penyebaran kanker di bagian tubuh selain tulang.

Kalau dalam waktu 5 tahun, eh salah, 10 tahun, kanker tidak muncul, maka pasien baru dapat dikatakan “sembuh”, begitu yang pernah kudengar.
Tapi ini juga bukan alasan untuk boleh mengabaikan prinsip hidup sehat, lho.
Dulu aku dikategorikan kanker tulang rawan stadium dua.
Karena ada penyebaran ke bagian tubuh yang lain (disebut metastatic cancer) secara medis, aku naik kelas… masuk dalam kategori stadium tiga B ( stadium lanjut).

Sekilas, kalau gak salah, aku juga lupa lupa ingat nih,
pak dokter dulu pernah bilang, kalau kanker tulang rawan ini termasuk jenis kanker yang lamban perkembangannya.
Namun, ternyata hanya dalam waktu kurang lebih tiga atau empat bulan gitu deh,
si kanker busuk ini sudah menjajah seluruh bagian kiri tubuhku.
Saat itu aku tak terlalu memperhatikan.
Aku juga semakin malas kontrol karena pak dokter menunjukkan perubahan dalam sikapnya.
Rasanya ia kurang perhatian dan kasar.
Belakangan aku sadar, ia berubah karena ia sendiri sedang sakit (kanker limphoma)
Ia akhirnya meninggal, entah kapan pastinya, mungkin akhir 2011an gitu deh.
Semoga semua amal kebaikan pak dokter diterima oleh Allah swt ,aamiin

Hubungan pasien dan dokter sangatlah penting.
Kalau kita kurang nyaman dengan dokter, maka itu akan mempengaruhi kondisi kita.
Kita bisa saja menjadi malas untuk menemuinya dan mengikuti nasehatnya.
Kembali ke soal penyakit.
Setelah ketahuan kalau kanker mulai menyebar kemana mana,
aku juga harus menjalani berbagai pemeriksaan agar kalau sampai ada penyebaran baru, hal itu bisa segera terdeteksi.
Menurut dokter, ada kecenderungan bahwa setelah kanker menyebar ke suatu bagian tubuh, ia akan menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Hih.. sereeeem….
Mudah mudahan sih, udah cukup ya menyebarnya di bagian kiri tubuhku aja, jangan kemana mana lagi…………aamiin

Karena itulah perlu dilakukan pemeriksaan rutin, bukan hanya bone scan, tapi juga CT scan.
Bone scan khusus melihat tulang, sedangkan organ tubuh yang lain dilihat melalui CT scan.
Kemarin aku menjalani CT scan untuk ke-5 kalinya.

Yang pertama dulu : prosesnya biasa saja, gak sakit.
Yang kedua :   juga biasa, prosesnya tidak menyenangkan. Obat dimasukkan selain melalui mulut (alias diminum, sekitar 2 gelas) dan urat nadi di tangan, juga melalui dubur.
Dalam proses CT scan yang terakhir ini, aku merasa tersiksa.
Padahal, logikanya, seharusnya karena sudah “pengalaman”, mestinya aku merasa tak terlalu sakit.
Kemarin suasana ramai sekali, banyak pasien.
Proses jadi lebih lama dan entah kenapa, aku merasa lebih sakit ketika disuntik untuk diambil darahnya dan ketika obat dimasukkan baik melalui urat nadi maupun dubur.

Selain itu, badan juga lemas karena harus puasa.
Suster menyuruh puasa 4-6 jam.
Pagi sudah makan roti dan minum kopi susu.
Jam 7:30 makan kue pastel  dan jus wortel + tomat + apel.( rakus banget yaaa……….hehehehe……….)
Janjian CT scan jam 12 siang.
Aku sampai di sana jam 12.15.
Keluar dari ruang CT scan jam 15.00 lewat.
Begitu selesai, langsung ke WC karena obatnya memang bikin pingin buang air (besar dan kecil).

Setelah itu……lapeeerrrr………… langsung cari makan.

Untung………. di kantin masih ada pilihan nasi rames.
Jadi, sore itu aku makan nasi, tumis sayur dan telur balado.
Enak….Mau?

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

6 responses »

  1. Julie Utami says:

    Salam kenal bu Lily. Saya justru paling tersiksa kalau di Bone-Scanning. Dua kali saya masuk ke mesin itu, yang pertama sukses muntah di dalam sana hahaha……….

    CT Scan, fluiroscopy dan MRI sukses semua, tapi MRI yang menegangkan itu agak nyaman karena kan kita disuruh dengarkan musik di dalam prosesnya ya?!

    Ayo terus berjuang yuk! Dokter saya soalnya supportive sekali, jadi malu hati kalau saya nggak tangguh.

  2. wulan says:

    Assalamu’alaikum, Apa kabar Bunda ?

    Kangen juga lama gak ngobrol2 sama Bunda…intips blognya blom nambah2 tulisannya, pastinya Bunda sdg ‘sibuk’…buku blom tamat krn dicernanya pelan2…

    Kemaren kami ke Solo Bun, ke RS Orthopedi buat recek skoliosis suami, tetep ngarahnya ke si Ca Parunya dan dirujuk ke RS Yarsis sebelahnya…kebetulan sdg penasaran dg dr. Darmawan Ismail yg dikenal dg cryosurgerynya itu…(pernah baca Bun ?)

    Tapi ternyata cryo hanya bisa dilakukan bila ditemukan massa….suami gak memenuhi kriteria tsb…

    Sekalian aja cek ini itu cek darah. usg dan foto thorax tidak diketemukan penyebaran dlm arti kondisi stag (belajar dr buku Bunda) untuk para penyintas kanker, kondisi stag adalah kabar baik ya Bun…:-) Alhamdulillah…

    Tapi nilai CEA nya ada peningkatan dr 15 menjadi 18…hiks….angkat senjata lagiiii…..harus diberondong…dar der dorrr…..enyahhhhh…..

    Trus disana, nemu majalah nirmala edisi maret 2012, udah berusia 1th…masih nongkrong manis di cafenya RS dg harga obral 6000, mgkn menunggu kami utk membelinya setahun kemudian !…ck..ck..ck….hehehe

    Ealah koq artikel2nya cocok banget dg kasus kami dari skoliosis, thibun nabawi, terapi alternatif sampe menunya. Dibahas terapi devine kretek oleh Dr. Gretha Zahar di Griya Balur (pernah denger Bun ?). Insya Allah besok mau kesana….ikhtiar….ikhtiar….nyontek Bunda yang selalu bersemangat dijalan jihad fisabilillahnya….apa pun hasilnya kita lah yg menjadi pemenangnya, bukan kah begitu Bun ?

    Oleh2 dari Solo untuk Bunda, disepertiga malam Jumat waktu disana, Wulan memohon kekuatannya dariNYA dan meminta jawaban dengan membuka acak Quran (seperti waktu di Melaka itu lo Bun….nemu lah 2 ayat : QS. Al-Hijr ayat 5 dan QS An-Nahl ayat 110….Bunda baca ya…..keren banget deh Bun….

    Sama2 doakan ya Bun….yakinnnnn…ikhtiar2 kita tidak ada yang sia-sia dihadapNYA….;-)

    (maap kepanjangan….hehehe)

  3. Failasufah says:

    Mbak, boleh minta alamat emailnya ? Maaf, apakah Mbak berobat di Dharmais ? Ceritanya kok mirip sekali dengan Mbak Sima yang juga punya dokter yang berubah sikap dan ternyata beliau sakit dan akhirnya meninggal…

  4. 空キセノ says:

    Wah, kayaknya keren ya CT Scan itu. Aku cuma pernah USG. Penasaran sih sebenernya sama CT Scan dan MRI. Tapi (untungnya) sampe sekarang nggak ada insiden yang mengharuskan buat periksa-periksa kayak gitu.

    lho kok keren sih? 🙄
    pastinya gak enak sama sekali dear…. 😦
    gak ada keren2nya tuh …… 😦
    janganlah, jangan sampai ikut di ctscan, yg artinya agar selalu sehat ya 🙂
    dan syukuri kesehatan itu dgn selalu menjaganya, ok dear ?
    salam

  5. LJ says:

    Mammm.. lainkali nyebrangnya hati2 yaa.. jangan suka buru2 kayak emak.
    atau makannya di kantin ajah, yang penting ada tumis sayur kesukaan mamih.
    pasti deh lahap.. *emangnya emak, makan pake apapun tetep lahap.

    always love u.


    hehehee….matanya suka gak liat2 si mamih ini 😛

    si mamih memang selalu lahap, Mak……..adanya enak dan enak sekali sih …. hahahaa 😀 😀

    luv u n miss u as always Mak

    salam

  6. applausr says:

    CT scan itu bikin moncor besar dan kecil ya…. baru tahu. Tetap semangat ya Bunda… Selalu berdoa untuk dirimu….

    iya Rom,efeknya begitu kalau ke bunda 😦

    ya Rom, harus tetap semangat, apalagi Rom selalu rajin menyemangati dan mengunjungi bunda 🙂
    terimakasih banyak ya Rom utk supportnya selama ini ………
    Semoga Rom dan keluarga juga selalu sehat ,aamiin

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s