Ada rasa lelah dan penat
stiap saat dia mendekat
ada harap sesaat
berjuang dalam asa yang masih melekat

lengkung jiwa kadang ikut tersayat
kuhadapi dengan semangat
walau wujudnya makin mendekat
mendekat nan takkan pernah lekat

Dalam lengkung jiwa nan bosan
bergelung dalam harapan
untuk kujenjang dalam putaran
waktu nan setia melawan
meskipun ku kelelahan

LSH

Advertisements

About fadecancer

I'm cancer survivor

9 responses »

  1. Julie Utami says:

    Kita sapa sang malaikat maut dengan senyum ya bu Lily. Kaarena kalau tiba waktunya dia datang maka sesungguhnya dia akan membawa kita ke Pelukan Yang Rahman dan Rahim yang telah membuat kita senantiasa disayang dan dekat denganNya karena penyakit enam huruf kita ini.

    Salam kenal dari teman senasib, meski tentu saja saya bukan penyintas melainkan penyandang kanker.

    *salaman dan pelukan*

  2. wulan says:

    Lengkung jiwa dalam rengkuhan rahman dan rahimNYA
    Tak kan pernah sia-sia, janjiNYA, yakin PASTI !
    πŸ™‚

  3. prih says:

    Lengkung jiwa Uni Ly tak pernah kesempitan tuk memeluk jiwa lain. Salam

  4. lozz akbar says:

    tetap semangat Bunda πŸ™‚

    minal aidzin wal faizin ya Bunda.. semoga nanti bisa dolan lagi kesana

  5. rusydi hikmawan says:

    taqoballahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum kullu ‘amin wa antum bi khoir

  6. rusydi hikmawan says:

    ah, hangatnya puisi ini, sehangat kopi yg sy nikmati saat ini. eniwei, mohon maaf atas segala kesalahan, salahmu juga udah sy maafin kok

  7. ditter says:

    Tetap semangat Bunda! ^^

  8. alaika says:

    Lengkung jiwa boleh bosan
    Namun semangat tetap harus bertahan
    Kuyakin, pejuang tangguhku yang satu ini tak akan membiarkan
    Si penjajah riang berbalut girang
    Karena jajahan takluk tak lagi melawan πŸ™‚

    Selamat Idul Fithri, Bunda Lily sayang,
    Minal Aizin wal Faizin ya, mohon maaf lahir dan batin.
    Kangen Bundaaaaa. #PelukCium.
    Al, Istanbul.

  9. LJ says:

    LJ | Lengkung Jiwa… xixi πŸ˜›

    pagiii, mamih sayang..
    biarkan lengkung jiwa disinari mentari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s